Gempa Bumi di Banten Disebabkan Marak Kasus Korupsi
Saat terjadi bencana di salah satu daerah Indonesia, biasanya sebagian orang mengaitkan bencana tersebut dengan kejadian yang sedang ramai saat ini. Dalam waktu ini, sudah dua kali bencana dikaitkan dengan LGBT. Yang pertama soal penolakan MK mengenai perluasan makna zina. Yang kedua, adalah kejadian gempa 6,4 sr di Lebak Banten tadi siang. Ada status menarik dari Ustad Imam Nakha’i, dosen Ma’had Aly yang sekarang menjadi anggota Komnas Perempuan. Beliau mengaitkan bencana gempa dengan kasus korupsi yang marak sekarang ini. Berikut status Facebook ust Imam Nakha’i,
Pasca gempa 6,4 SR di Lebak Banten tadi siang, langsung muncul meme meme, yang menghubungkan gempa Lebak Banten, yg disingkat LKBT dengan isu LGBT yg sedang digoreng nyaris mateng. Gara-gara LGBT maka ada gempa LKBT, maka taubatlah taubatlah wahai LGBT, ucapnya.
Masyaallah, orang kalau sudah benci, musibah apapun bisa dihubungkan dengan dosa dosanya, sekalipun tidak masuk akal, baik secara ilmiah, apalagi teologi.
padahal jelas-jelas dalam beberapa ayat, al-A'raf 83, al-Hud 82, dan al-Hijr 73-74, hukuman yang dijatuhkan pada kaumnya Nabi Luth bukanlah gempa yang menyebabkan kematian dahsyat. Gempa, dalam bahasa arab ar-Rajfah, yang menyebabkan umat mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka, justru dijatuhkan pada kaumnya Nabi Syuaib, yg gemar mengurangi takaran, mengurangi timbangan, dan mengurangi hak-hak seseorang, serta berbuat kerusakan di muka bumi. (al A'raf ayat 91).
فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ
Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka (QS. Al A’raaf : 91)
jika membenci, bencilah, tapi jangan menghilangkan Nalar atau bahkan membutakan, apalagi pada kebenaran al Qur'an.
0 Komentar