KH. Ach. Hariri Abd. Adhim; Harta Tak Mampu Menarik Simpati Umat



KH. Ach. Hariri Abd. Adhim; Harta Tak Mampu Menarik Simpati Umat
Pengabdian Pesantren dan Masyarakat (PPM) adalah salah satu program Ma’had Aly PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo di akhir semester. Tujuan dari program ini adalah mengembangkan potensi pesantren dan masyarakat, baik dalam peningkatan minat baca kitab, tulis menulis, dakwah atau manajemen pesantren. Sebelum santri Ma’had Aly berangkat, mereka akan mendapatkan petuah dari kiai-kiai. KH. Ach. Hariri Abd. Adhim sebagai Mudir Amm Ma’had Aly menyampaikan beberapa petuah kepada santri yang kaitannya menghadapi masyarakat yang majemuk. Berikut petuah beliau,
Bahwa ananda sekalian akan diterjunkan ke masyarakat, untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah ananda peroleh, agar supaya ananda tanggap terhadap problem masyarakat, pemecahan masalah untuk meningkatkat pola pikir, memahami fenomena, perubahan sosial, membangun masyarakat, meningkatkan lembaga pendidikan dan menjalankan amar makruf nahi mungkar.
Perlu diketahui bahwa masyarakat sosial dibagi dua, yang pertama adalah masyarakat fardi atau masyarakat tunggal. Yang kedua adalah masyarakat mujtamak atau masyarakat campuran, di mana masyarakatnya banyak terdapat aliran-aliran, agama, madzhab dan kepercayaan, sebagaimana yang dihadapi oleh Nabi kita Muhammad SAW. Bagaimana cara beliau pertama kali menyampaikan, mengembangkan, menanamkan akidah tauhid dan ajaran agama.
Pada suatu ketika Nabi Muhammad, ditanya ayat manakah yang paling sulit yang pernah diturunkan oleh Allah SWT. Beliau menjawab; bahwa pada suatu musim ketika aku berada di Mina, disitu orang-orang arab tua, muda, remaja, laki-laki dan perempuan berkumpul di Mina, ketika itu Malaikat Jibril turun menyampaikan wahyu: Wahai Muhammad, sampaikanlah wahyu yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu, kalau kamu tidak menyampaikannya maka begitu juga aku tidak akan menyampaikan kepadamu, ketika itu Rasul ditanya, hal ini merupakan sesuatu yang berat yang harus disampaikan kepada orang Arab.
Ketika itu masyarakat arab adalah campuran yang terdiri dari banyak aliran, beliau harus menyampaikan  bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maka orang-orang melempari  Nabi dengan batu debu dan meludahinya.
Jadi kita harus bisa mengambil hikmah bahwa begitu berat menyampaikan risalah di hadapan masyarakat. Masyarakat yang ananda hadapi adalah masyarakat fardi atau masyarakat tunggal karena pada umummya adalah umat kita. Ini merupakan kesempatan untuk mengaplikasikan, mengimplementasikan ilmu-ilmu dan kajian-kajian dalam pengembangan masyarakat (Tatowwurul mujtamak). Ini menguji sampai di mana kemampuan ananda selama digembleng. Apakah ananda bisa menghadapi fenomena sosial dan pemecahannya, baik metode dan problem solving?
Ananda harus melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat di dalam memecahkan problematika sosial yang harus ananda kembangkan. Ajak mereka dalam mengambil keputusan, tapi jangan lupa yang harus diperhatikan tentang masalah keimanan dan wawasan keilmuan.
Kalau ananda tidak diminta untuk tampil jangan, tapi kalau ananda dipersilahkan untuk maju silahkan. Hal ini sangat sepele tapi bisa menjatuhkan kredibilitas. Masyarakat yang ananda hadapi berbeda dengan masyarakat yang ada di rumah anda. Anda harus pandai berbaur dengan lingkungan. Oleh karena itu, orang yang akan mengembangkan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itu harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, tapi tidak boleh bertentangan dengan norma sosial masyarakat. Jangan kira anda dapat mengembangkan masyarakat.
Oleh karena itu jangan sekali-kali menentang paham yang diikuti masyarakat, apabila paham tidak sama, karena takut terjadi bentrokan pemahaman. Kita ambil satu contoh seperti di sebuah masyarakat, mengadakan maulid, tahlil, manakib yang beberapa praktik tidak sesuai dengan paham anda, saya minta anda jangan samapai menentangnya.
Ananda jangan sampai mengecawakan pesantren tempat anda digembleng yang mendidik anda dengan ilmu pengetahuan. Kita berpijak kepada Allah SWT, kita harus menjunjung tinggi ilmu kita
Kemudian didalam pengembangan masyarakat, libatkan para Tokoh dalam mengambil keputusan. Agar ada keseimbangan antara yang ditawarkan dengan yang diinginkan anggota masyarakat, jangan sampai sepihak tanpa ada persetujuan anggota masyarakat. Ini masalah tehnik yang harus anda lakukan. Anda akan mendapatkan dorongan dari masyarakat, ini akan menunjang keberhasilan. Tapi sebaliknya kalau tidak bersama masyarakat kegiatan ini tidak akan berhasil. Ta'awanu 'ala birri wattaqwa,  kebersamaan dan gotong-royong dalam kebaikan.
Dalam pelaksanaan PPM mohon dilaksanakan dengan budi pekerti yang baik dengan akhlakul karimah. Anda tidak akan berhasil mengembangkan masyarakat dengan akhlak yang buruk dengan tata krama yang dicemohkan masyarakat. Nabi bersabda, "innakum lantafa'unnasa fiamwalikum ….. Sesungguhnya kamu sekalian tidak akan mampu mempengaruhi manusia dengan harta dan benda. Maka pengaruhilah dengan budi pekerti yang baik.
Libatkan juga para pemuda-pemudi dalam diskusi ilmu pengetahuan untuk meningkatkan wawasan keagamaan, yang tanggap kemaslahatan sosial, ketentraman, dan kebersihan lingkungan.
Masyarakat jangan dipersulit, permudah saja. Sesuai dengan perintah Nabi, yassiru wala tu'assiru. Ucapkan kepada manusia sesuai dengan kemampuan akalnya. Menempatkan masyarakat sesuai dengan tingkatannya. Menghadapi masyarakat harus menggunakan hukum yang mudah. Gembirakan mereka sesuai dengan konsep yang ditawarkan. Harus bisa beradaptasi dengan masyarakat.

0 Komentar

Posting Komentar