Kiai Azaim Membaca Isyarat Surat Thaha


Kiai Azaim Membaca Isyarat Surat Thaha
Situbondo (12/01/17). KHR. Ach. Azaim Ibrahimy memberikan sambutan sebagai pengasuh dan tuan rumah acara Halaqoh Ulama “Refleksi 33 tahun Khittah NU” yang diadakan oleh Keluarga Alumni Ma’had Aly (KMALY), LTN PWNU Jatim, dan TV9 di PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Acara ini dihadiri oleh Rais Amm Syuriah PBNU, Menteri Agama RI, KH. Mas Nawawi Abd. Djalil, KH. Hasan Mutawakkil Alallah, kiai-kiai Madura, Banten, Akademisi dan beberapa PWNU. Acara ini rencananya dihadiri juga oleh KH. Maimun Zubair, tetapi beliau tidak bisa hadir.
Inilah poin-poin penting sambutan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy pada acara Halaqoh Ulama
  1. Kehadiran kita di sore ini sampai nanti malam semoga menemukan rumusan yang sangat tepat untuk menjadi solusi terbaik kondisi negara kita.
  2. Di tempat ini 33 tahun silam, PP. Salafiyah Syafi’iyah mengadakan Munas dan Muktamar karena mengikuti keinginan dan cita-cita ulama saat kondisi, falsafah dan ideologi bangsa terancam. Putusan yang dihasilkan juga besar dan terbukti mengawal dan menyelamatkan bangsa ini. Semoga kita dibimbing oleh Allah untuk menerjemahkan isyarah ayat
ÙˆَاضْÙ…ُÙ…ْ ÙŠَدَÙƒَ Ø¥ِÙ„َÙ‰ جَÙ†َاحِÙƒَ تَØ®ْرُجْ بَÙŠْضَاءَ Ù…ِÙ†ْ غَÙŠْرِ سُوءٍ آيَØ©ً Ø£ُØ®ْرَÙ‰ [طه: 22
dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih cemerlang tanpa cacad, sebagai mukjizat yang lain (pula).
          Tanda apakah yang akan muncul kelak.
  1. Dimulai dengan langkah sangat sederhana, tempat yang tidak memadai, penghormatan yang tidak pantas, berkhidmat kepada ulama dan ketulusan niat memperbaiki kondisi akhir ini, kami memberanikan diri menerima Halaqoh Ulama di tempat ini.
  2. Semoga sejarah berulang ketika rumusan bangsa ini lahir dari para ulama dan para bapak-bapak bangsa dan menjadikan Indonesia aman dan terkendali. Kami mohon para tokoh dan ulama mengawal menyelamatkan bangsa ini.
  3. Ini salah satu langkah muhasabah kita sebagai jamaah Nahdliyyin.
  4. Ketika NU menemukan jatidirinya, menemukan karakter aslinya sebagaimana yang dicita-cita para pendiri NU, maka in sya Allah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan terkawal dengan baik.

0 Komentar

Posting Komentar