At-Tarjamah
al-Mumbalajah adalah terjemah atas kasidah munfarijah yang biasanya dibaca di
beberapa pesantren. Di PP. Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, kasidah ini dibaca
setelah subuh. Di PP. Maslakul Huda, kasidah dibaca setelah shalat dalam hari-hari
tertentu. Untuk mempermudah, saya terjemahkan ke bahasa Indonesia dan telah
mendapatkan izin dari putra pengarang, KH. Sahal Mahfudz.
التَرْجَمَةُ المُنْبَلَجَةُ
عَنِ
القَصِيْدَةِ المُنْفَرِجَةِ
KH. Muhammad Ahmad
Sahal bin Mahfudz bin Abdis Salam
Kajen Margoyoso Pati
Jawa Tengah
بسم الله الرحمن
الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على
سيدنا محمد بن عبد الله وعلى اله وصحبه ومن والاه. اما بعد
Saya telah menelaah sebagian tulisan “الترجمة
المنبلجة عن القصيدة المنفرجة”
karangan ustadz Ahmad Sahal bin Al-Marhum Al-‘Allamah Al-Hafidz Kiai Mahfudz
Kajen. Faedah dan Rahasia kasidah ini begitu besar. Semoga saudara-saudara
sekalian bisa mengamalkannya dan semoga Allah memberikan balasan pahala kepada
penyusun. Wassalam
Ahmad Abdul Hamid Kendal
11 Rajab 1396 H
بسم الله الرحمن
الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة
والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى اله
وصحبه اجمعين. اما بعد
Setelah saya membaca “الترجمة المنبلجة عن القصيدة المنفرجة” yang telah disusun anak saya Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz.
Saya ikut menyerukan kepada umat islam semua, untuk mengamalkan kasidah
tersebut yang tidak diragukan lagi kemanjurannya. Apalagi untuk masa sekarang
yang memang sangat dibutuhkan untuk mengisi Ruhani kita. Dan supaya kita bisa
teguh dan kuat menghadapi atau menanggulangi ujian-ujian dan
kesulitan-kesulitan yang kita terima.
Tidak lain dan tidak bukan, semoga Allah Ta’ala
memberikan manfaat “الترجمة
المنبلجة عن القصيدة المنفرجة” . Wassalam
Al-faqir
Abdul Fattah Hasyim (PP. Bahruh Ulum Tambak Beras
Jombang)
10 Jumadil Ula 1396 H
اذا اشتـدت بك البلوى
# ففكــــــــــر فى الم نشــرح
فعســـــــــــــــــــــرين
يســــــــــرين # اذا فكــــــــــــــرته تفـــــــرح
انه مع العســـــــــر
يســــــــرا # فانه مع العسر يســـرا
عقود الجمان
ثم من القواعد
المشتهرة # اذا اتت نكرة مكررة
تغايـر وان يعـــــرف
ثانى # توافقــــا كذا المعرفــــــان
بسم الله الرحمن
الرحيم
الحمد لله الذى جعل الهم بعد شدته
فرجا القائل : ومن يتق الله يجعل له مخرجا. والصلاة والسلام على من هدى الى دين
الاسلام منهجا منبلجا سيدنا محمد وعلى اله وصحبه الذين هم نجوم السماء فى الظلمة
والدجى. اما بعد:
1.
Banyak sekali teman-temanku yang menginginkan supaya
kasidah munfarijah diterjemahkan ke bahasa jawa. Banyak sekali
orang-orang terbiasa membaca kasidah munfarijah ketika menghadapi
kesusahan, depresi, dan kesulitan. Karena itulah, al-faqir kemudian
menerjemahkannya. Makna kasidah ini al-faqir peroleh dari syekh al-arif
billah kiai Ma’ruf Kedunglo, Kediri. Qoddsallahu sirrah wanawwaro dlorihah
2.
Imam Tajuddin As-Subuki menyatakan: kasidah munfarijah
itu mujarab /manjur sekali untuk menghilangkan kesusahan atau kesedihan. Banyak
sekali ulama yang meyakini kasidah ini mengandung nama Allah yang paling mulia
(al-ism al-a’dzom). Tiada orang yang berdoa dengan kasidah munfarijah kecuali doanya akan terkabul.
3.
Cara baca kasidah munfarijah yang saya terima
dari kiai sepuh yaitu ketika membaca tiap-tiap satu bait, disela-selai
(dijawab) dengan bait yang paling akhir yaitu,
يارب بهم وبالهم # عجل بالنصر وبالفرج
4.
Sanad yang al-faqir
peroleh berasal dari :
a.
al-faqir mengaji dan mendengar langsung
kasidah munfarijah serta mendapatkan ijazah dari syaikh al-‘arif
billah kiai Ma’ruf Kedunglo, Kediri pada bulan Ramadlan tahun 1952.
b.
al-faqir juga menerima ijazah dari kiai
Muhammad bin Isa al-Fadani al-Makki, beliau peroleh dari sayid Muhammad Ali
Al-Maliki Al-Makki, dari sayid Abu Bakar Syatho Al-Makki, dari sayid Ahmad bin
Zaini Dahlan, dari syeikh Utsman Ad-Dimyathi, dari Muhammad Al-Amir Al-Kabir,
dari Muhammad Salim Al-Hafni, dari Abdurrahman Al-‘Alqami, dari al-Hafidz al-Jalal
Abdurrahman As-Suyuthi, dari Muhammad bin Muhammad Al-Marjani, dari Abu
Hurairah Abdurrahman bin Syamsuddin Adz-Dzahabi, dari Al-Hafidz Abu Abdillah
bin Rasyid, dari Muhammad bin Ahmad, dari Ali As-Shonhaji, dari Ahmad bin Ali
Abi Bakar Al-Bathi, dari Abdullah bin Maimun, dari Abu Abdillah Muhammad bin
Abdul Mu’thi, dari pengarang kasidah munfarijah Al-‘Arif Billah Abi
Al-Fadl Yusuf bin Muhammad Al-Anshari At-Tauzari.
5.
Permintaan al-faqir, semoga terjemah ini akan
membawa banyak manfaat dan barokah, sebagaimana manfaat dan barokah yang
mengalir dari kasidah munfarijah,
dari pengarang dan dari ulama yang memberikan sanad kasidah ini ataupun yang
tidak. Allahumma Amin.
Penerjemah
Muhammad ahmad Sahal bin Mahfudz
al-Ahmadi
1391 H
_________________________________________________________________________________
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang
إِشْتَدِّيْ
أَزْمَـــةُ تَنْفَـــرِجِيْ * قَدْ آذَنَ لَيْلُـكِ بِالْبَـــلَجِ
وَظَـلَامُ
اللَّـــيْلِ لَهُ سُـــرُجٌ * حَتَّى يَغْشَاهُ أَبُو السُّرُجِ
وَسَحَابُ
الْخَيْرِ لَهَا مَطَرٌ * فَـــإِذَا جَـــاءَ الْإِبَّانُ تَجِــيْ
o
Semua kesusahan dan kesedihan, sekalipun sudah mencapi
titik puncaknya, pasti akan diganti dengan kebahagiaan dan kelapangan.
Sebagaimana pergantian waktu malam. Shubuh akan menyingsing waktu malam ketika
ia telah mencapai puncaknya. Allah berfirman :
{إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا } [الشرح:
6]
sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan
o
Kesusahan dan kesedihan yang telah mencapai klimaknya,
pasti turun banyak belas kasih Allah
yang akan meringankan kesusahan-kesusahan tadi. Sampai akhirnya, Allah akan
memberikan anugerah kebahagiaan sejati dan sempurna yang tidak akan berbaur
sama sekali dengan kepedihan. Sebagaimana langit waktu malam yang dihiasi beberapa
bintang yang sekedar mengurangi kegelapan malam. Hingga akhirnya, kegelapan
malam dilenyapkan oleh pancaran sinar matahari di waktu siang.
o
Mendung pun demikian. Ia akan menurunkan kebaikan
berupa hujan. Kapan saja sudah tiba waktunya, pasti akan ada mendung yang akan
menurunkan hujan. Karena itulah, kalau sedang mengalami kesusahan apapun,
bersabarlah. Kesusahan pasti akan sirna. Firman Allah,
{وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى
أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُ} [البقرة:
216]
Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
وَفَــوَائِدُ مَــــوْلَانَا جُمــــَلٌ * لِسُرُوْحِ الْأَنْفُسِ
وَالْمُهَجِ
وَلَـــــهَا أَرَجٌ مُحْيٍ أَبَـــــدًا * فَاقْصِدْ مَحْيَـــــا
ذَاكَ الْأَرَجِ
فَلَرُبَّتَمَا فَاضَ الْمَحْيَا * بِبِحَارِ الْمَوْجِ مِنَ
اللُّجَجِ
o
Anugerah Allah itu banyak sekali. Semua disediakan
memang untuk kebahagiaan jiwa dan raga makhluknya
o
Semua pemberian Allah jika direnungi secara mendalam
akan tercium harum yang bisa menenteramkan orang yang menciumnya. Maka,
datangilah ia pada tempat dan pada waktu anugerah itu tercium wangi. Yaitu,
dengan merenungi hikmah pemberian yang diberikan Allah dan menyukurinya dengan
meningkatkan takwa kepada-Nya. Orang yang seperti itu pasti akan mendapatkan
kebahagiaan dan kelapangan hidup. Firman Allah,
{ ... وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2)
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ...} [الطلاق:
2، 3]
o
Orang yang menghadapi kesusahan, kemudian dijalani
dengan sabar, merenungi hikmah pemberian-Nya, dan juga banyak bersyukur, ia
pasti akan memperoleh anugerah dari Allah di dunia dan akhirat. Allah akan
meluapkan banyak sekali kebaikan laksana ombak air laut yang mengulung-gulung
dan bergelora karena begitu melimpah dan banyaknya air.
وَالْخَلْقُ جَمِيْعًا فِيْ يَدِهِ * فَذَوُوْ سَعَةٍ وَذَوُوْ
حَرَجِ
وَنُـــــزُوْلُهُمُ وَطُلُـــوْعُـــهُمُ * فَـإِلَى دَرَكٍ وَعَــــلَى
دَرَجِ
o
Semua makhluk ada di tangan kekuasaan Allah Ta’ala.
Semua terserah atas kehendak-Nya. Ada yang ditakdirkan hidupnya lapang, baik
dalam rizki, ilmu, pangkat dan lainnya. Ada yang dikehendaki hidup serba sulit,
baik masalah rizki, ilmu, pangkat dan lainnya.
o
Pasang surut kehidupan manusia tergantung status
dan derajatnya sendiri-sendiri. Ada yang turun statusnya, tapi naik derajatnya.
Hidup terkadang di atas, terkadang di bawah, bagaikan roda. Semua itu sudah
ditentukan oleh Allah dengan membawa hikmah tersendiri.
وَمَعــــايِشُهُــــمْ وَعَــــــوَاقـــــــــِبُهُمْ * لَيْسَتْ
فِي الْمَشْيِ عَلَى عِوَجِ
حِكَمٌ نُسِجَتْ بِيَدٍ حَكَمَتْ * ثُمَّ انْتَسَـــــــجَتْ بِالْمُنـــْتَسِـــــــــجِ
حِكَمٌ نُسِجَتْ بِيَدٍ حَكَمَتْ * ثُمَّ انْتَسَـــــــجَتْ بِالْمُنـــْتَسِـــــــــجِ
o
Hidup dan mati tiap-tiap makhluk tidak akan menyimpang
dari jalan yang telah diarahkan dan ditentukan oleh Allah Swt. Mata
pencahariannya sudah dibagi-bagi oleh Allah. Jalan untuk mencari sumber mata
pencaharian juga telah ditentukan berbeda dari lainnya. Karena itulah jangan
sentimen, iri, dan dengki kepada lainnya. Orang harus ikhtiar/ berusaha
sekuat tenaga serta pasrah kepada Allah. Menerima apa adanya (qana’ah). Jangan
mengandalkan ikhtiar, karena ikhtiar itu hanya sekedar sarana saja.
Banyak atau sedikit bagian yang diperoleh itu terserah apa yang ditetapkan
Allah.
{ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ...}
[الزخرف: 32]
Kami
telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan
kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa
derajat…
Akhir kehidupan manusia di akhirat kelak,
bahagia atau nestapa, juga sudah ditetapkan Allah. Karena itulah, selain ikhtiar serta menjalankan perintah dan
menjauhi larangannya, kita harus memiliki sifat khouf dan roja’ (pesimis
dan optimis). Artinya, takut akan ancaman dan siksa Allah, tetapi punya
harapan optimis akan diberikan anugerah ampunan atau pahala dari Allah Swt.
o
Manusia ditentukan dan dijadikan Allah berbeda-beda
dalam segala hal pasti mengandung hikmah. Hikmah itu telah disusun dengan
kekuasaan-Nya untuk menetapkan hukum dan qodlo’. Hikmah itu bisa
dirasakan berbeda-beda oleh tiap makhluk baik itu manusia ataupun hewan-hewan.
فَإِذَا اقْتَصَدَتْ ثُمَّ
انْعَرَجَتْ * فَبِمُــــــــقْتَصِــــدٍ وَبِمُــــــــــنْعَــــرِجِ
شَهِدَتْ بِعَجَــائِبِهَــــا حُجَـــجٌ * قَامَتْ بِالْأَمْرِ عَلَى الْحِجَجِ
شَهِدَتْ بِعَجَــائِبِهَــــا حُجَـــجٌ * قَامَتْ بِالْأَمْرِ عَلَى الْحِجَجِ
o
Kesempurnaan, kesederhanaan dan lurusnya hikmah itu tergantung hamba yang menerima hikmah.
Bisa saja hikmah itu sempurna
kualitasnya karena Allah bersifat: al-juud (maha murah
hati, dermawan), al-karim
(maha mulia), al-ghina (maha kaya). Bisa saja kualitas hikmah itu
sederhana atau sekedarnya saja karena Allah juga boleh bersifat: al-hakim
al-lathif (maha bijaksana dan maha belas kasih). Hikmah itu juga malah bisa
menyimpang dari kesempurnaan dan kesederhanaannya karena Allah juga boleh
bersifat al-qahir al-‘adl (maha memaksa dan maha adil)
o
Banyak sekali hujjah dan dalil yang membuktikan
betapa indahnya hikmah Allah yang diberikan para makhluk. Dalil-dalil itu
membentuk secara tersendiri selama beberapa tahun yang menunjukkan kekuasaan
dan kehendak-Nya.
وَرِضًا بِقَضَاءِ اللهِ حِجًا *
فَعَلَى مَرْكُوْزَتِهَا فَعُجِ
o
Tiap-tiap mukmin wajib menerima atau ridlo atas
ketentuan Allah. Artinya, ia harus ridlo atas apa-apa saja yang telah
ditentukan dan diciptakan Allah. Nabi bersabda:
مَنْ
لَمْ يَرْضَ بِقَضَايَ وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلاَيَ وَلَمْ يَشْكُرْ نِعْمَايَ
فَلْيَتّخِذْ اِلَهًا سِوَايَ
Barang siapa yang tidak ridlo dengan
ketetapanku, tidak sabar atas cobaanku, serta tidak bersyukur atas
nikmat-nikmatku, maka lebih baik jadikan tuhan selain aku.
Ridlo ada dua: a) wajib bagi
tiap-tiap orang mukallaf tidak menentang atau melawan atas hukum Allah serta qadla’
dan takdir Allah. b) lapang dada dan senang hati menerima apa saja yang telah
ditetapkan Allah selain maksiat. Sebagaimana sayyidah Rabi’ah Al-‘Adawiyah
ketika ditanya tentang suatu hal. “Kapan seorang hamba bisa dikatakan ridlo
terhadap qodlo’ Allah?” Beliau menjawab: “kamu merasa bahagia ketika
tertimpa musibah sebagaimana kau dilimpahi nikmat.”
Ridlo nomor dua ini menjadi pokok dan puncak ridlo.
Karena itulah cobalah anda condong menuju ridlo nomor dua, yang menjadi sumber keridloan.
فَإِذَا انْفَتَحَتْ أَبْوَابُ هُدًى * فَاعْجَلْ لِخَزَائِنـــــــــِهَا
وَلِـــــــجِ
وَإِذَا حَــــــــــــــاوَلْــــتَ نِهَايَتَــــــــهَا *
فَاحْذَرْ إِذْ ذَاكَ مِنَ الْعَرَجِ
لِتَكـــــــُوْنَ مِنَ السُّبَّـــــــــاقِ إِذَا * مَا جِئْتَ
إِلَى تِلْكَ الْفُـــــرَجِ
o
Ketika kamu merasa hatimu telah terbuka, kemudian
tanda-tanda pintu hidayah Allah juga ikut terbuka, maka bersegeralah bergerak
masuk menuju istana hidayah seraya mengabaikan ajakan nafsu amarah dan
menjalankan perintah Allah dengan taat dan beribadah. Karena jika tidak
bersegera masuk ke istana hidayah, bisa-bisa pintu hidayah akan tertutup lagi
karena banyaknya nafsu amarah.
o
Pada saat anda sedang berusaha untuk mendapatkan
puncak hidayah, maka tetaplah konsisten menjaga tata krama terhadap Allah.
Jangan sampai anda melenceng dari jalan hidayah.
o
Hal itu dilakukan supaya anda bisa bersegera masuk
dalam golongan orang yang paling awal masuk pintu surga.
فَهُنَــــاكَ الْعَيْشُ وَبَهْجَتُــــــهُ
* فَلِمُبْتَهِــــــــــــــجٍ وَلِمُنْتَـــــهِــــــجِ
فَهِجِ الْأَعْمَالَ إِذَا رَكَدَتْ * فَإِذَا مَا هِجْتَ إِذَنْ تَهِـــــــجِ
فَهِجِ الْأَعْمَالَ إِذَا رَكَدَتْ * فَإِذَا مَا هِجْتَ إِذَنْ تَهِـــــــجِ
وَمَعاصِي اللَهِ سَماجَتُـــــــــــــها
* تَزْدَانُ لِذِي الْخُلُقِ السَّمِجِ
o
Di surga terdapat kesempurnaan dan keindahan hidup.
Mereka bahagia dengan kehidupan surga karena bisa merasakan secara langsung
lezat dan nikmatnya hidangan dari Allah. Orang yang ingin menuju jalan surga
harus membawa bekal takwa lahir maupun batin
o
Karena itulah, anda tetaplah kukuh dan mantap
menjalankan amal-amal yang ringan dengan istiqomah. Jika anda pertahankan amal
itu, tentu seterusnya anda mudah untuk menjalankannya dengan istiqomah. Sabda
Rasulullah Saw.
أَحَبَّ
الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Amal yang paling disukai Allah adalah
amal yang
ajek dilakukan
sekalipun sedikit
o
Ingatlah! Kejelekan maksiat atau durhaka pada Allah
itu hanya akan membahagiakan dan menyenangkan orang yang buruk budi pekertinya.
وَلِطَــــاعَتِهِ وَصــــــــــــَبَاحَتِـــــهَا
* أَنْوَارُ صَبـَـــــاحٍ مُنْبَلِـــــــــجِ
مَنْ يَخْطُبْ حُوْرَ الْعِيْنِ
بِهَا * يَحْظَى بِالْحــُوْرِ وَبِالْغُنُــــــــجِ
فَكُنِ الْمَرضِيَّ لَهَا بِتُقـــــــًى
* تَرْضَاهُ غَدًا وَتَكُوْنُ نَجِى
o
Orang yang melakukan ketaatan pada Allah dengan baik,
ia akan bisa mendapatkan cahaya seperti cerahnya waktu shubuh. Cerahnya cahaya
bisa mengenyahkan kegelapan hati dan jiwa. Orang tersebut akan merasakan
kenikmatan makrifat kepada Allah.
o
Orang bisa mendapatkan bidadari surga yang kekal,
berbinar matanya, elok wajahnya dan indah lekuk tubuhnya dengan cara terus
konsisten melakukan ketaatan kepada-Nya.
o
Karena itulah, jika kamu ingin memiliki jodoh bidadari
yang tercinta, hendaklah bertakwa pada Allah. Pada hari kiamat nanti pasti kamu
akan bahagia karena takwa kamu diterima Allah. Dan kamu nanti juga akan selamat
dari kedahsyatan hari pembalasan.
وَاتْلُ الْقُرْآنَ بِقَلْبٍ ذِيْ *
حُرُقٍ وَبِصَوْتٍ فِيْهِ سَجِيْ
وَصَلَاةُ اللَّيْلِ مَسَــافَتُهَا
* فَاذْهَبْ فِيْهَا بِالْفَهْمِ وَجِيْ
وَتَأَمَّلْـــــــــــها وَمَعَــــانِيَــــــــهَا
* تَأْتِي الْفِـــــــرْدَوْسَ وَتَبْتَــــــــهِجِ
o
Bacalah al-Qur’an dengan hati bersedih seraya memikir dan merenungi bacaan
ayat dengan suara yang lirih
o
Sholat sunnah malam seperti shalat tahajud itu menjadi
jalan membaca al-Qur’an. Artinya, shalat malam itu menjadi waktu yang tepat
untuk memperbanyak membaca al-Qur’an. Karena itulah, perbanyaklah membaca
al-Qur’an pada saat mengerjakan shalat tahajud dengan khidmat dan merenung
supaya bisa sempurna munajatmu kepada Allah.
o
Renungilah shalat malam berserta tujuan melakukannya
di dunia dan di akhirat kelak. Kalau kamu mau merenungkan dengan
sungguh-sungguh, kamu akan mendapatkan surga firdaus dan bisa memperoleh
kebahagiaan dunia dan akhirat. Faidah shalat malam itu banyak sekali. Sabda
Rasulullah Saw
عَلَيْكُمْ
بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ
اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ
لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنْ الْجَسَدِ
"Dirikanlah shalat malam. Sesungguhnya
shalat malam itu kebiasaan orang-orang yang shalih sebelum kalian. la dapat
mendekatkan kepada Tuhanmu, mencegah dari dosa, menghapuskan kesalahan, dan menolak penyakit dari
tubuh.”
وَاشْرَبْ
تَسْنِيْمَ مَفُجَّرِهَا * لَا مُمْتَزِجـــــــــــــًا وَبِمُمْتَـــــــــــزِجِ
مُدِحَ الْعَقْلُ آتِيْهِ هُــــدًى * وَهَوًى مُتَوَلٍّ عَنْهُ هُــــجِيْ
مُدِحَ الْعَقْلُ آتِيْهِ هُــــدًى * وَهَوًى مُتَوَلٍّ عَنْهُ هُــــجِيْ
وَكِتَـــــابُ
اللهِ رِيَاضـــــــــــــَتُهُ * لِعُقُـــــــوْلِ النَّاسِ بِمُــــــــنْدَرِجِ
o
Apabila telah sampai di surga Firdaus, minumlah air
dari sumber mata air bengawan di surga firdaus. Sama saja air tersebut murni
tanpa campuran yang menjadi minumannya Muqarrabin atau ada campurannya
yang menjadi minumannya al-abrar
o
Akal yang mau mengerjakan ketaatan dan
perintah-perintah yang telah disebutkan, maka akal akan mendapat pujian dari
Allah. sebaliknya, akal yang mengikuti hawa nafsunya serta tidak mengerjakan
ketaatan dan perintah-perintah-Nya, maka ia akan dihina dan dicela Allah
o
Ajaran-ajaran dan pelajaran-pelajaran yang disebutkan
di Kitab Allah Al-Qur’an al-Karim merupakan jalan yang sangat jelas dan lurus
bagi akal tiap-tiap makhluknya
وَخِيَارُ الْخَلْقِ هُـــــــدَاتُهُمُ
* وَسِوَاهُمْ مِنْ هَمَجِ الْهَمـــــــَجِ
وَإِذَا كُنْتَ الْمِقْدَامَ فَلَا *
تَجْزَعْ فِي الْحَرْبِ مِنَ الرَّهَج
o
Makhluk Allah yang paling utama ialah orang-orang yang
menunjukkan dan mengajak kebenaran. Mereka itulah ulama` ‘amilin (orang
yang mengamalkan ilmunya). Selain ulama` ‘amilin tidak memiliki
keutamaan. Mereka sama saja dengan hewan merutu (jw:hewan-hewan
kecil jalanan yang beterbangan). Sabda Nabi
الناس رجلان عالم ومتعلم وسائر
الناس همج لاخير فيهم
Manusia ada dua, orang yang
mengajarkan ilmu dan orang yang belajar mencari ilmu. Semua manusia selain dua
itu bagaikan lalat kecil yang tidak ada kebaikannya sama sekali.
o
Jika kamu sudah bertekad bulat berperang melawan
syaitan dan hawa nafsu amarah, kuatkanlah hatimu, giat, dan teguh. Jangan resah
dan susah hanya karena debu yang beterbangan. Karena orang yang berperang di
medan perang pasti akan terkena debu.
وَإِذَا أَبْصَرْتَ مَنَـارَ هُــــــــــــدًى
* فَاظْهَرْ فَـــــرْدًا فَوْقَ الثَّبــــــِجِ
وَإِذَا اشْتَاقَتْ نَفْسٌ وَجَدَتْ * أَلَمًا بِالشَّــــــــــوْقِ الْمُعْتَلِــــــــجِ
وَثَنَايَا الْحَــــــــسْنَى ضَاحِــــــــــكَةٌ * وَتَمَامُ الضِّحْكِ عَلَى الْفَلَجِ
وَإِذَا اشْتَاقَتْ نَفْسٌ وَجَدَتْ * أَلَمًا بِالشَّــــــــــوْقِ الْمُعْتَلِــــــــجِ
وَثَنَايَا الْحَــــــــسْنَى ضَاحِــــــــــكَةٌ * وَتَمَامُ الضِّحْكِ عَلَى الْفَلَجِ
o
Kalau kamu sudah melihat tanda-tanda hidayah Allah Ta’ala,
naiklah sendiri menuju pada-Nya. Tidak usah menunggu atau iri kepada orang lain
ketika menuju kesederhanaan hidayah. Karena sebaik-baiknya perkara adalah yang
paling sederhana. Sabda Rasulullah:
خَيْرُ
الاُمُوْرِ اَوْسَطُهَا
o
Apabila nafsu manusia itu rindu sekali ingin bertemu
dengan kekasihnya Allah Ta’ala, sudah pasti hatinya merasa sakit karena begitu
memuncaknya rindu dan cinta. Untuk itulah, tetaplah bersabar dan teguhkan hati.
o
Para bidadari surga itu sangat senang dan bahagia
sebab ia menemukan jodoh yang bersungguh-sungguh mendapatkan ilmu serta
dalil-dalinya dan amal yang mempunyai landasan ilmu. Saat tertawa, bidadari
cantik itu kelihatan giginya yang indah, putih dan bersih bagaikan biji
mentimun (pribahasa jawa).
وَعِيَابُ الْأَسْرَارِ اجْتَمَـــعَتْ
* بِأَمَانَتِـــــهَا تَحْتَ السَــــــرَجِ
وَالرِّفْــــــقُ يَـــــــــدُوْمُ
لِصَــــاحِبِهِ * وَالْخَرْقُ يَصِيْرُ إِلَى الْهَرَجِ
صَلَوَاتُ اللَهِ عَلى الْمَهْدِيْ *
اَلْهَادِي الْخَلْقِ إِلَى النَّهَجِ
o
Wadah atau bungkus asrar/ rahasia Allah ta’ala
itu diikat kuat dengan tali. Artinya, pada saat Allah menentukan qodlo’
dan qodar beliau memiliki rahasia-rahasia (asrar) yang ditutup
rapat. Tidak ada yang bisa menyingkap rahasia tersebut kecuali orang yang
dipilih Allah yang bisa melihat rahasia-Nya dan bisa melepas tali rahasinya.
o
Melakukan amal sedang-sedang saja menurut kekuatannya
itu bisa menjadikan amal yang dilakukan bertahan lama. Sedangkan melakukan amal
sampai melewati batas kemampuannya itu bisa menimbulkan fitnah dan tidak akan
bertahan lama.
o
Semoga Allah memberikan kucuran rahmat ta’dzim
kepada Rasulullah Saw. yang telah diberikan hidayah. Beliau telah memberikan
jalan petujuk kepada manusia supaya melewati jalan yang lurus dan benar (shirat
al-mustaqim). Allah berfirman:
{وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ}
[الشورى: 52]
Karena sesungguhnya engkau ya
Muhammad yang telah memberi petunjuk kepada jalan yang lurus
وَأَبِيْ
بَكْرٍ فِيْ سِــيْرَتِهِ * وَلِسَانِ مَقَالَتِهِ اللَّهـــَجِ
وَأَبِيْ
حَفْصٍ وَكَرَامَتِهِ * فِيْ قِصَّةِ سَارِيَةِ الْخُلُجِ
o
Rahmat ta’dzim semoga tetap dilimpahkan kepada sahabat
Abu Bakar as-Shiddiq Ra. Yang selalu benar dalam tindakan, putusan dan
perkataannya
o
Rahmat ta’dzim dilimpahkan pula kepada Abu Hafsh Umar
bin Khottob Ra. Yang memiliki beberapa karomah, sebagaimana cerita sayid Sariyah bin Hushoin. Pada hari
jum’at, Umar bin Khottob sedang menyampaikan khutbah jum’at di Madinah. Pada
saat khutbah, Umar bin Khottob bisa melihat kejadian bala tentara islam yang
dipimpin oleh sayid Sariyah bin Hushoin sedang menghadapi pertempuran melawan
tentara kafir di Nahawan. Jarak antara Nahawan dan Madinah sangat jauh sekali.
Madinah sendiri berada di Negara Arab Saudi, sedangkan Nahawan adalah salah
satu kota di Negara Iran. Pada saat tentara islam terdesak, Umar memberikan
komando dari mimbar jum’at sambil berseru: Ya Sariyah…..al-jabal al-jabal
(hai Sariyah, naiklah ke atas gunung! Naiklah ke atas gunung). Pada saat
Sariyah mendengar seruan Umar bin Khottob, Sariyah dan tentaranya naik ke atas
gunung. Pada akhirnya, tentara islam bisa mengalahkan tentara kafir.
وَأَبِيْ
عَمْرٍو ذِي النُّـــوْرَيْنِ * اَلْمُسْتَحْيِي الْمُسْتَحْيَا الْبَهِجِ
وَأَبِيْ
حَسَنٍ فِي الْعِلْمِ إِذَا * وَافــــــــــــَى بِسَحــــــــَائِبِهِ الْخُلُـــــجِ
وَعَلَى
السِّبْطَيْنِ وَأُمِّــــهِمَا * وَجَــــــــــــــمِيْعِ الْآلِ بِمُـــــــــــــنْدَرَجِ
وَصَحــــــــَابَتِهِمْ
وَقَرَابَتِــــهِمْ * وَقُفَاةِ الْإِثْرِ بِـــــــــــــــــلَا عِــــــــوَجِ
o
Rahmat ta’dzim juga dikucurkan kepada sahabat Abi ‘Amr Utsman bin Affan Ra.
Yang memiliki dua cahaya karena dia dinikahkan dua putri Rasulullah, Siti
Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Beliau juga dikenal orang yang wara’. Sabda
Rasulullah:
عُثْمَانُ
بْنُ عَفَّانَ أَحْيَى أُمَّتِي وَأَكْرَمُهَا
Utsman bin Affan adalah umatku paling
wara’ dan paling mulia
Sekalipun beliau mati terbunuh, namun
ia tetap hidup sebagai status Syahid. Menurut al-Qur’an, orang yang mati syahid
sebenarnya masih tetap hidup. Beliau juga dikenal baik budi pekertinya dan
bagus perawakannya
o
Semoga Rahmat ta’dzim tercurahkan kepada sahabat Abi Husain
Ali bin abi Thalib yang menguasai banyak
ilmu bagaikan gerombolan awan-awan di langit yang bertebaran. Sabda Rasulullah:
انا
مدينة العلم وعلي بابها
Aku bagaikan gedung ilmu sedangkan
Ali menjadi pintunya.
o
Semoga Rahmat ta’dzim tercurahkan kepada para
sahabat, kerabat Rasulullah dan orang mengikuti tindak-tanduk para sahabat
tanpa menyimpang dari jalan lurus
وَإِذَا بِكَ ضَاقَ الْأَمْرُ فَقُلْ * إِشْتَدِّيْ أَزْمَةُ
تَنْفَـــرِجِيْ
يَــــــــــارَبِّ بِــــــــهِمْ وَبِـــــــــــــــــآلِهِمْ *
عَجِّلْ بِالنَّصْرِ وَبِالْفَرَجِ
o
Kalau kamu sedang menghadapi kesulitan dan kesusahan,
bacalah kasidah yang dimulai dengan
اشتدى
ازمة تنفرجى ساختمى
o
Ya Allah, ya tuhanku, dengan wasilah kepada
Rasulullah, para sahabat, kerabat dan keluarga Rasulullah, saya mohon semoga
Engkau cepat-cepat memberikan pertolongan dan kebahagiaan
Demikianlah, terjemah kasidah menurut kemampuan al-faqir.
Semoga Allah menerima amal dan memberikan manfaat dan berkah.

0 Komentar