![]() |
| Ilustrasi Haji. Sumber: cnnindonesia.com |
Haji adalah satu rukun Islam yang wajib dilakukan bagi setiap muslim. Hal itu menyebabkan beberapa orang mendapatkan harta untuk berhaji dengan cara yang tidak halal seperti korupsi dan lain-lainnya.
Pertanyaan:
1. 1. Bagaimana hukum haji dengan harta haram?
2. 2. Apakah orang yang sudah haji dengan harta haram wajib mengulangi
hajinya ketika dia sudah mampu menggunakan harta yang halal?
3. 3. Apakah mereka dikategorikan sebagai orang yang mampu (istitha'ah)
padahal harta yang dipakai adalah harta yang haram?
Jawaban:
1. 1. Hajinya tetap sah tapi tidak diterima amal ibadahnya
2. 2. Hajinya tidak wajib diulangi karena hajinya dianggap sah secara
lahir.
3. 3. Orang tersebut tidak dikategorikan orang yang mampu berhaji karena
harta yang dimiliki dianggap tidak ada. Harta tersebut pada asalnya tidak boleh
dimiliki atau dimanfaatkan.
Referensi Hukum
حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة
الحبيب على شرح الخطيب ص 2 ج 423
وَيُسْتَحَبُّ أَنْ
يَحْرِصَ عَلَى مَالٍ حَلَالٍ لِيُنْفِقَهُ فِي سَفَرِهِ فَإِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ
لَا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا؛ وَفِي الْخَبَرِ: «مَنْ حَجَّ بِمَالٍ حَرَامٍ إذَا
لَبَّى قِيلَ لَهُ لَا لَبَّيْكَ وَلَا سَعْدَيْكَ وَحَجُّك مَرْدُودٌ عَلَيْك» .
وَمَنْ حَجَّ بِمَالٍ مَغْصُوبٍ أَجْزَأَهُ الْحَجُّ وَإِنْ كَانَ عَاصِيًا
بِالْغَصْبِ، وَقَالَ أَحْمَدُ: لَا يُجْزِئُهُ. اهـ. م د عَلَى التَّحْرِيرِ.
Dianjurkan bagi orang yang berhaji untuk
menggunakan harta yang halal agar bisa digunakan dalam perjalanan berhaji.
Allah adalah maha yang baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dalam sebuah
hadits: ‘ada orang yang berhaji dengan harta yang haram ketika dia mengucapkan
talbiyah maka ada panggilan dari langit yang menjawabnya: ‘tidak ada panggilan
bagimu tidak ada kebaikan bagimu dan hajimu ditolak.’ orang haji dengan harta
ghasab maka hajinya sudah mencukupi sekalipun dia bermaksiat dengan harta
ghasab. tetapi menurut imam Ahmad,
hajinya tidak sah.
المجموع شرح المهذب ج 7 ص 62
(فَرْعٌ) إذَا حَجَّ بِمَالٍ حَرَامٍ أَوْ رَاكِبًا دَابَّةً
مَغْصُوبَةً أَثِمَ وَصَحَّ حَجُّهُ وَأَجْزَأَهُ عندنا وبه قال أبو حنيفة ومالك والعبدرى
وَبِهِ قَالَ أَكْثَرُ الْفُقَهَاءِ * وَقَالَ أَحْمَدُ لَا يُجْزِئُهُ
* وَدَلِيلُنَا أَنَّ الْحَجَّ افعال مخصوصة والتحريم لمعنى خارج
عنها * قال المصنف رحمه الله
ketika ada orang yang berhaji dengan harta yang
haram atau dia mengendarai kendaraan yang dighasab dari seseorang maka dia
berdosa. Hajinya tetap sah dan sudah mencukupi baginya. Ini adalah pendapat
kami, demikian juga pendapat Abu Hanifah imam Malik, al-Abdari, dan pendapat mayoritas ahli fiqih.
tetapi menurut imam Ahmad, hajinya tidak sah.
Argumentasi kita adalah bahwa haji itu adalah
pekerjaan yang khusus dan harta haram adalah hal di luar itu.
إتحاف سادة المتقين : ج 6 ص 108
من في يدِه مال حرام محض فلا حج عليه ولا يلزمه كفارة مالية لأنه
مفلس لا شي له فإذا حج به فهل يسقط عنه فرض الحج ظاهرا، قيل نعم لكنه بمعزل عن
القبول. اهـ
Orang yang memiliki harta haram murni maka dia tidak wajib haji dia tidak
harus menebus orang yang tidak memiliki harta sama sekali. Ketika dia haji
apakah fardhu haji bagi dia sudah gugur secara lahir?
Ada yang menjawab hatinya gugur tetapi tidak diterima.
يسئلونك في الدين والحياة، ج 2 ص 154
ولذلك لا يقبل عند الله حج الرجل الذي حج بمال حرام إذ لا يستقيم في العقل أو الشرع أن يتقرب العبد إلى ربه عن طريق مال قد حرم عليه إمتلاك والإنتفاع به مادام واردا عن طريق محرم، ولكن الفقهاء قالوا إن الإنسان إذا ادى الحج واستوفى أركانه وَشروطه فإن الحج يصح منه ويسقط عنه فريضته سواء أداه بمال حَلال أو حَرام. اهـ
tidak diterima hajinya
seorang hamba menurut Allah orang yang berhaji dengan harta yang haram karena
tidak bisa diterima secara akal atau syariat orang yang mendekatkan diri kepada
Tuhannya dengan harta yang telah diharamkan untuk dimiliki atau dimanfaatkan
yang hal tersebut bersumber dari cara yang diharamkan.
tetapi beberapa buku hak berkata sesungguhnya
manusia ketika melaksanakan haji dan sudah menyempurnakan semua rukun dan
syaratnya maka hasilnya dianggap sah dan Ferdi hasilnya dianggap gugur sama
saja hatinya dilaksanakan dengan harta yang halal atau haram

0 Komentar