Awal Ramadhan 1443 H, Sabtu atau Ahad?





Banyak masyarakat bertanya-tanya, mengenai awal puasa Ramadhan 1443 H. Satu jadwal imsakiyah seperti yang diterbitkan ahli falak NU mengawali puasa Ramadhan di hari Sabtu. Sementara jadwal imsakiyah seperti yang diterbitkan Kemenag mengawali puasa pada hari Ahad. Muhammadiyah dengan tegas memutuskan, awal Ramadhan 1443 H adalah hari Sabtu. Apa yang menyebabkan perbedaan penentuan awal Ramadhan? Padahal mereka sama-sama berpedoman dengan ru’yatul hilal.

Berikut pemaparan singkat Muhammad Syaifuddin di akun Facebooknya mengenai penyebab perbedaan penentuan awal Ramadhan. Berdasar hasil rekapitulasi hisab qoth'i irtifa' hilal atau perhitungan tinggi hilal mar'i pada hari Jum'at Pahing, 29 Sya'ban 1443 H/ 1 April 2022 H saat ghurub (terbenam Matahari) di seluruh provinsi di Indonesia, ketinggian hilal berkisar antara 1,1 s/d 2,4 derajat di atas ufuk mar'i.

Jika menggunakan parameter ‘hisab’ dengan berdasar pada kriteria wujudul hilal (keberadaan hilal) dan imkan ar-ru’yah (potensi terlihat) tinggi hilal 2 derajat, maka seluruh wilayah di Indonesia sudah wujudul hilal dan sebagian sudah imkan ar-ru’yah. Sehingga, secara hisab, 1 Ramadhan 1443 H akan jatuh pada hari Sabtu Pon, 2 April 2022 M.

Tetapi jika menggunakan hisab berdasarkan parameter kriteria imkan ar-ru’yah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (Mabims) terbaru (3.6,4) yaitu mensyaratkan tinggi hilal mar'i minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat, maka keadaan hilal di seluruh wilayah Indonesia belum imkan ar-ru’yah. Sehingga 1 Ramadhan 1443 H diperkirakan akan jatuh pada hari berikutnya, Ahad Wage, 3 April 2022 M atas dasar ikmal (menggenapkan bilangan bulan Sya'ban 30 hari).

Sebagai warga NU sepatutnya kita menunggu hasil rukyat pada hari Jum'at Pahing, 1 April 2022 / ikhbar PBNU sekaligus memperhatikan keputusan itsbat dari Kemenag RI. Wallahu a'lam.

Sedikit catatan, baik yang memulai puasa Sabtu atau pun Ahad semua mempunyai dasar fiqh, sudah sepatutnya kita saling menghormati.

https://www.facebook.com/adin.ahmed.50

M. Syaifuddin
(Dosen Ma’had Aly TBS Kudus & anggota Lajnah Falakiyah PCNU Kudus)

0 Komentar

Posting Komentar