Perlombaan dengan Menarik Uang Pendaftaran, Judi kah?



Beberapa perlombaan atau pertandingan olahraga biasanya panitia penyelengara menarik uang pendaftaran. Uang pendaftaran yang dikumpulkan bisa jadi dijadikan hadiah atau hanya untuk tujuan lainnya. Apakah perlombaan itu bisa dikategorikan perjudian?

Jawaban:
perlombaan atau sejenisnya yang mengharuskan penyetoran uang pendaftaran untuk mengikuti kegiatan tersebut kemudian dijadikan sebagai hadiah, itu bisa dikategorikan sebagai judi, karena hadiah tersebut diperoleh dengan dasar keuntungan dan kerugian dari uang yang ia setorkan, sebagaimana perjudian.
Apabila hadiah yang didapatkan bukan berasal dari uang pendaftaran, itu bukan termasuk judi.

Sebagaimana jawaban Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan:

ومتى استبق الاثنان والجعل بينهما فأخرج كل واحد منهما لم يجز وكان قمارا لأن كل واحد منهما لا يخلو من أن يغنم أو يغرم وسواء كان ما أخرجاه متساويا مثل أن يخرج كل واحد منهما عشرة أو متفاوتا مثل أن أخرج أحدهما عشرة والآخر خمسة

“Ketika 2 orang berlomba dan ada hadiahnya, namun masing-masing membayar iuran, hukumnya tidak dibolehkan. Dan termasuk judi. Karena masing-masing ada 2 kemungkinan, beruntung atau rugi. Baik iuran yang dikeluarkan nilainya sama, misalnya, masing-masing membayar 10 ribu. atau iurannya beda, misalnya, yang satu membayar 10 ribu sementara satunya membayar 5 ribu.” (Kitab Al-Mughni, 11/131).

Karena hakekat iuran hadiah yang dibayarkan adalah taruhan. Sehingga ada satu pihak yang diuntungkan, sementara pihak lain dirugikan. Berbeda jika yang terjadi adalah ada pihak yang diuntungkan, sementara pihak lain tidak dirugikan, ini bukan judi.

Agar tidak masuk dalam kategori judi, hadiah tidak boleh berasal dari uang pendaftaran. Hadiah harus diambilkan dari sumber lain yang halal seperti dari sponsor atau lainnya. Intinya uang bukan berasal dari peserta.

Referensi

الباجورى على فـتح القريب الجزء الثانى ص: 310

وعبارته: وان اخـرجاه اى العوض المتسـابقان معا لم يجز... وهو اى القمار المحرم كل لعب تردد بين غنم وغرم.

 

اسعاد الرفيق شرح سلم التوفيق الجزء الثانى ص: 102

وعبارته: (كل ما فيه قمار) وصورته المجمع عليها ان يخرج العوض من الجانبين مع تكافئهما،

وهو المراد من الميسـر فى الآية. ووجه حـرمته ان كل واحد متردد بين ان يغلب صاحبه فيغنم او يغلبه صاحبه فيغرم. فان عدلا عن ذلك الى الحكم السبق والرمي بان ينفرد اللاعبين باخراج العـوض ليأخذ منه ان كان مغلوبا وعكسه ان كان غالبا فالاصح حرمته ايضا.

الباجور على فتح القريب الدزء الثاني ص: 10

وعبارته: ويجـوز شرط العوض من غير المتسابقين من الامام او الاجنبي كأن يقول الامام من سبق منكما فله علي كذ من مالي ، او فله فى بيت المال كذا، او يكون ما يخرجـه من بيت المال من سـهم المصالح ، وكأن يقول الاجنبي : من سبق منكما فله علي كذا، لانه بذل مال فى طاعة وليس لملتزم العوض ولو كان غير المسابقين زيادة فى العوض ولا نقص عنه.

 

 


0 Komentar

Posting Komentar