Adab Bersin dan Menguap

 


Syekh Yusri hafidzahullah Ta'ala wa ra'ah menjelaskan dalam pengajian kitab shahih al-Bukharinya, bahwa dalam bersin adalah menciptakan semangat di dalamnya, sedangkan menguap adalah menunjukkan pada kemalasan.

Imam al-Bukhari  meriwayatkan dalam kitab shahihnya, bahwa baginda nabi bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاوُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

"sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila seseorang bersin kemudian membaca Alhamdulillah, maka ‘wajib’ bagi orang yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap adalah dari syaitan, maka tolaklah sebisa mungkin, dan apabila dia berkata: "haa (suara menguapnya)", maka syaitan akan menertawakannya"(HR. Bukhari).

"Bersin menandakan kesemangatan serta bisa membuang kemudharatan dari seseorang, sedangkan menguap menunjukkan pada kemalasan, tidak beraktivitas, dan tidak melakukan ketaatan" jelas syekh Yusri. Maka dari itulah Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Dan baginda Nabi telah mengajarkan bagaimana kita menyikapi keduanya, yaitu dengan memuji kepada Allah ketika bersin dan menahan diri sebisa mungkin dari menguapnya, serta melarang untuk mengeluarkan suara.

Ketika bersin, seorang mukmin disunnahkan untuk membaca "Alhamdulillah" (segala puji bagi Allah), dan bagi yang mendengarkannya maka ia disunnahkan untuk mendoakannya, yaitu dengan berkata: "yarhamukallah” (semoga Allah mengasihimu), lalu yang ia menjawab dengan mendoakan orang yang telah mendoakannya dengan berkata: "yahdikumullah wa yushlihu balakum” (semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu), sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari.

Suatu ketika, ada dua orang sahabat yang bersin di majelis baginda nabi, lalu baginda mendoakan salah satu di antara mereka. Kemudian sahabat yang tidak didoakan oleh baginda pun bertanya, mengapa ia tidak didoakan seperti saudaranya?. Kemudian baginda berkata:

" إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ وَلَمْ تَحْمَدِ اللَّهَ "

"sesungguhnya laki-laki ini membaca hamdalah, sedangkan kamu tidak memuji Allah" (HR. al-Bukhari).

Adapun ketika menguap, adabnya adalah dengan meletakkan tangan pada mulut, serta menahannya sebisa mungkin, sebagaimana imam al-Bukhari  menyebutkannya pada salah satu bab di kitab shahihnya. Wallahu A'lam.



Link: di sini


0 Komentar

Posting Komentar