Pertanyaan:
Saat kita kita berbuka puasa azan magrib dikumandangkan. Bagaimana
cara kita menjawab adzan maghrib, apakah di pertengahan sebelum atau sesudah
berbuka puasa?
Jawab:
Ini adalah permasalahan yang perlu dibutuhkan jawabannya pada masa
sekarang, karena banyak orang sibuk dengan berbuka puasa sehingga mereka
melupakan dan mengabaikan azan.
Pendapat kami, menjawab adzan itu bersamaan dengan berbuka puasa.
Saat berbuka, seorang muslim sebaiknya tenang, tidak usah sibuk dengan
mengobrol saat berbuka. Tidak selayaknya seorang muslim mengobrol dengan orang
lain selama adzan masih dikumandangkan. Satu hal yang paling dihindari ulama
shalih adalah berbicara pada waktu adzan. Mereka para ulama berpendapat,
berbicara secara sengaja saat adzan dikumandangkan bisa menyebabkan meninggal su'ul
khotimah. naudzubillah min dzalik.
Seorang muslim sebaiknya tidak berbicara dengan orang lain saat
dia berbuka puasa selama adzan masih dikumandangkan. Seorang muslim sebaiknya
menjawab adzan sebagaimana lafadz yang dikumandangkan. Ini adalah hal yang
sering dilupakan banyak orang ketika berbuka puasa, baik di bulan atau di luar
Ramadan. Mereka sibuk dengan menu berbuka puasa di saat adzan dikumandangkan.
Mereka tidak tahu apa yang telah diucapkan muadzin. Mendengar pun tidak,
apalagi sampai menjawab.
Menjawab adzan adalah sunnah muakkadah sebagaimana sabda
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
من سمع المؤذن فقال مثل ما يقول ثم صلى عليَّ وسأل لي
الوسيلة حلَّت له شفاعتي يوم القيامة
Selayaknya seorang muslim menjawab suara azan dengan tetap
mengagungkan syiar yang mulia, sekalipun masih di tengah berbuka puasa.
Adapun menyusul jawaban azan itu hanya diperuntukkan bagi orang
yang tidak memungkinkan untuk menjawabnya, seperti saat adzan ia berada di WC
atau di toilet. Tempat tersebut adalah tempat yang dianggap menjijikkan yang
tidak memungkinkan untuk menjawab adzan. Ketika dia sudah keluar dari tempat
tersebut, dia boleh menyusul jawaban adzan dari awal sampai akhir, sekalipun
azan sudah selesai dikumandangkan.

0 Komentar