Deskripsi
Masalah:
Mushaf
Alquran itu wajib dimuliakan karena terdapat kalam Allah. Alquran harus ditaruh
di tempat-tempat yang sekiranya tidak mengandung unsur menghina Alquran.
Saat
mengendarai motor misalnya seseorang akan sulit membawa Alquran dengan tangan
kanan atau kiri, pun tidak ada kresek atau tas yang ia bawa. Akhirnya,
beberapa pengendara menaruh Al-Quran di bawah jok motor.
Pertanyaan:
Apakah
menaruh Al Quran di bawah jok motor diperbolehkan?
Jawaban:
Hukum
menaruh Alquran di bawah jok motor itu diperbolehkan, karena hal tersebut tidak
dianggap sebagai penghinaan terhadap Alquran.
Referensi
:
ص75 - كتاب حاشية الجمل
على شرح المنهج فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب - باب الأحداث - المكتبة
الشاملة الحديثة
--------
(مَسْأَلَةٌ) وَقَعَ
السُّؤَالُ عَنْ خِزَانَتَيْنِ مِنْ خَشَبٍ إحْدَاهُمَا فَوْقَ الْأُخْرَى كَمَا
فِي خَزَائِنِ مُجَاوِرِي الْجَامِعِ الْأَزْهَرِ وُضِعَ الْمُصْحَفُ فِي
السُّفْلَى فَهَلْ يَجُوزُ وَضْعُ النِّعَالِ وَنَحْوهَا فِي الْعُلْيَا فَأَجَابَ
م ر بِالْجَوَازِ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ لَا يُعَدُّ إخْلَالًا بِحُرْمَةِ الْمُصْحَفِ
قَالَ بَلْ يَجُوزُ فِي الْخِزَانَةِ الْوَاحِدَةِ أَنْ يُوضَعَ الْمُصْحَفُ فِي
الرَّفِّ الْأَسْفَلِ وَنَحْوُ النِّعَالِ فِي رَفٍّ آخَرَ فَوْقَهُ اهـ سم عَلَى
حَجّ قُلْت وَيَنْبَغِي أَنَّ مِثْلَ ذَلِكَ فِي الْجَوَازِ مَا لَوْ وُضِعَ
النَّعْلُ فِي الْخِزَانَةِ وَفَوْقَهُ حَائِلٌ كَفَرْوَةٍ، ثُمَّ وُضِعَ
الْمُصْحَفُ فَوْقَ الْحَائِلِ كَمَا لَوْ صَلَّى عَلَى ثَوْبٍ مَفْرُوشٍ عَلَى
نَجَاسَةٍ أَمَّا لَوْ وَضَعَ الْمُصْحَفَ عَلَى خَشَبِ الْخِزَانَةِ، ثُمَّ
وَضَعَ عَلَيْهِ حَائِلًا، ثُمَّ وَضَعَ النَّعْلَ فَوْقَهُ فَمَحَلُّ نَظَرٍ
وَلَا تَبْعُدُ الْحُرْمَةُ لِأَنَّ ذَلِكَ يُعَدُّ إهَانَةً لِلْمُصْحَفِ.
Pertanyaan
mengenai masalah dua kotak lemari yang terbuat dari kayu, yang satu lemari ada
di atasnya. Sebagaimana kotak lemari yang ada di samping masjid al-azhar,
mushaf ditaruh di bawah sedangkan sandal ditaruh di atasnya apakah hal tersebut
diperbolehkan?
Muhammad
ar-Romli menjawab boleh-boleh saja. Hal itu tidak dianggap melecehkan kemuliaan
Alquran. Bahkan diperbolehkan, satu lemari yang di bawahnya ditaruh mushaf dan
di atasnya ditaruh semisal sandal atau lainnya.
Muhammad
Qosim memberikan analogi atas fatwa Muhammad ar-Ramli, seandainya seseorang
meletakkan sandal dalam satu lemari, kemudian di atasnya ditaruh penghalang
semacam kain, maka mushaf al-Qurab boleh diletakkan di atas penghalang
tersebut, sebagaimana seseorang boleh salat di atas kain yang di bawahnya ada
najis.
Berbeda
dengan orang meletakkan mushaf di atas kayu lemari. Di atas alquran ditaruh
suatu penghalang, kemudian sandal ditaruh di atasnya maka ini perlu dipikir
ulang. Hal ini bisa dianggap suatu penghinaan makanya hukumnya haram.
ص153 - كتاب تحفة المحتاج
في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي - باب أسباب الحدث - المكتبة الشاملة
الحديثة
--------
وَقَعَ السُّؤَالُ فِي
الدَّرْسِ عَمَّا لَوْ جَعَلَ الْمُصْحَفَ فِي خُرْجٍ أَوْ غَيْرِهِ وَرَكِبَ
عَلَيْهِ هَلْ يَجُوزُ أَمْ لَا فَأَجَبْت عَنْهُ بِأَنَّ الظَّاهِرَ أَنَّهُ إنْ
كَانَ عَلَى وَجْهٍ يُعَدُّ إزْرَاءً بِهِ كَأَنْ وَضَعَهُ تَحْتَهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ
الْبَرْذعَةِ ----- وَعُدَّ ذَلِكَ إزْرَاءً لَهُ كَكَوْنِ الْفَخِذِ صَارَ
مَوْضُوعًا عَلَيْهِ حَرُمَ وَإِلَّا فَلَا
Ada
satu pertanyaan dalam pelajaran, bagaimana jika ada orang meletakkan
mushaf dalam pundi-pundi pelana atau lainnya, kemudian orang tersebut
menaiki di atasnya? Apakah hal tersebut boleh atau tidak?
Jawaban
(syekh as-Syarwani) jika hal tersebut dianggap sebagai menghina seperti
orang meletakkan mushaf di bawah, yang terletak antara pengendara dan pelana,
atau Alquran ditaruh di bawah pantat langsung maka hal itu dianggap menghina
dan itu haram. Jika tidak demikian maka tidak apa-apa.

0 Komentar