Salah satu kewajiban yang harus dilakukan orang islam adalah memandikan jenazah. Cara dan perlakuan jenazah yang dimandikan itu sama dengan perlakuan kepada orang yang masih hidup, bahkan harus ekstra hati-hati. Semisal, dalam menggosok mayat, tidak boleh kasar-kasar, karena hal itu akan menyakiti ruh mayat tersebut. Begitu pula dalam urusan menyentuh jenazah, tidak boleh laki-laki memandikan jenazah perempuan atau sebaliknya, sebagaimana orang hidup tidak boleh menyentuh kulit lain jenis.
Semua bagian tubuh jenazah harus dimandikan mulai dari rambut sampai ujung kuku. Air yang digunakan juga harus air yang suci. Dalam proses pemandian jenazah, jika air sudah merata ke seluruh tubuh jenazah, itu sudah dianggap cukup tanpa harus menggosok-gosok kulitnya. Namun terkadang ada beberapa anggota tubuh yang perlu digosok karena mungkin ada najis atau kotoran yang menempel. Tidak semua badan jenazah itu boleh disentuh langsung dengan kulit tangan. Ada beberapa bagian mayat yang tidak boleh disentuh oleh sesama jenis, apalagi lain jenis, sebagaimana semasa hidupnya, kecuali dengan menggunakan sarung tangan, yaitu anggota tubuh yang merupakan aurat.
Yang memandikan sesama jenis
Apabila laki-laki memandikan jenazah laki-laki atau perempuan memandikan jenazah perempuan, mereka tidak boleh menyentuh bagian tubuh jenazah yang merupakan aurat, yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut. Aurat ini sama, baik bagi laki-laki ataupun perempuan. Ketika mereka akan memandikan bagian anggota tubuh jenazah pada aurat tersebut, mereka harus menggunakan sarung tangan.
Yang memandikan adalah suami atau istri
Jika suami atau istri yang meninggal, maka istri atau suami boleh memandikan sesamanya, sekalipun berbeda jenis. Ulama berbeda pendapat mengenai hukum suami atau istri yang menyentuh bagian aurat yaitu antara pusat dan lutut. Menurut imam Ar Ramli suami istri tidak wajib menggunakan sarung tangan selama tidak ada syahwat. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, mereka tetap wajib menggunakan sarung tangan saat menyentuh bagian tubuh jenazah antara pusar dan lutut.
Yang memandikan berbeda jenis
Idealnya dan pada dasarnya, jenazah laki-laki harus dimandikan oleh laki-laki, begitu pula, jenazah perempuan harus dimandikan oleh sesamanya.
Dalam kasus misalnya tidak ada seorangpun yang bisa memandikan kecuali orang yang berbeda jenis dan bukan mahrom, orang yang memandikan wajib menggunakan sarung tangan saat menyentuh seluruh tubuh jenazah, baik yang aurat ataupun tidak. Sedangkan orang yang masih punya ikatan mahrom, ia tidak boleh menyentuh bagian aurat tubuh jenazah, yaitu antara lutut dan pusar, kecuali dengan menggunakan sarung tangan.
Referensi:
أسنى المطالب؛ ج ١، ص ٣٠٠
(ﻭﻳﻐﺴﻞ) ﻭﻓﻲ ﻧﺴﺨﺔ ﻓﻴﻐﺴﻞ (ﺩﺑﺮﻩ ﻭﻣﺬﺍﻛﻴﺮﻩ) ﺟﻤﻌﻮﺍ ﺍﻟﺬﻛﺮ, ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺘﻌﺪﺩﺍ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎﺭﻩ ﻣﻊ ﻣﺎ ﻳﺘﺼﻞ ﺑﻪ ﺑﻌﺪ ﺇﻃﻠﺎﻕ ﺍﺳﻤﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﻞ ﻓﻴﻐﺴﻞ ﺟﻤﻴﻊ ﺫﻟﻚ (ﻭﻋﺎﻧﺘﻪ) ﻛﻤﺎ ﻳﺴﺘﻨﺠﻲ ﺍﻟﺤﻲ (ﺑﺨﺮﻗﺔ ﻣﻨﻬﻤﺎ) ﺃﻱ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺮﻗﺘﻴﻦ ﺑﻌﺪ ﻟﻔﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻳﺪﻩ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ ﻭﺍﻟﻠﻒ ﻫﻨﺎ ﻭﺍﺟﺐ ﻟﺌﻠﺎ ﻳﻤﺲ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ
حواشي الشرواني والعبادي؛ ج ٣، ص ١٠١
ﻭﻟﻒ ﺍﻟﺨﺮﻗﺔ ﻭﺍﺟﺐ ﻟﺤﺮﻣﺔ ﻣﺲ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﻋﻮﺭﺗﻪ ﺑﻠﺎ ﺣﺎﺋﻞ ﺣﺘﻰ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﺄﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ.
الشرح:
(ﻗﻮﻟﻪ: ﻟﺤﺮﻣﺔ ﻣﺲ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﻋﻮﺭﺗﻪ ﺑﻠﺎ ﺣﺎﺋﻞ) ﻣﻔﻬﻮﻣﻪ ﺟﻮﺍﺯ ﻣﺲ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﻣﺎ ﻋﺪﺍ ﻋﻮﺭﺓ ﺍﻟﺂﺧﺮ ﺃﻱ ﺑﻠﺎ ﺷﻬﻮﺓ ﻭﺇﻟﺎ ﺣﺮﻡ ﻛﺎﻟﻨﻈﺮ ﺑﺸﻬﻮﺓ ﺑﻞ ﺃﻭﻟﻰ ﻓﻠﻴﺘﺄﻣﻞ (ﻗﻮﻟﻪ: ﺣﺘﻰ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﺄﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ) ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺒﻬﺠﺔ ﻇﺎﻫﺮﺓ ﻓﻲ ﺟﻮﺍﺯ ﻣﺲ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﻋﻮﺭﺓ ﺍﻟﺂﺧﺮ ﺑﻠﺎ ﺷﻬﻮﺓ ﻛﻤﺎ ﺑﻴﻨﺎﻩ ﺑﻬﺎﻣﺸﻪ (ﻗﻮﻟﻪ: ﺣﺘﻰ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﺄﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﺇﻟﺦ) ﺗﺼﺮﻳﺢ ﺑﺤﺮﻣﺔ ﻣﺲ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﻋﻮﺭﺓ ﺍﻟﺂﺧﺮ ﺑﻠﺎ ﺷﻬﻮﺓ ﻭﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ ﻭﻳﺆﻳﺪ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﺇﻃﻠﺎﻕ ﻗﻮﻟﻬﻢ ﺍﻟﺂﺗﻲ: ﻭﻟﺎ ﻣﺲ ﺃﻱ ﻧﺪﺑﺎ ﻓﺈﻃﻠﺎﻕ ﺃﻥ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻤﺲ ﻣﻨﺪﻭﺏ ﻓﻘﻂ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺟﻮﺍﺯ ﻣﺲ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ ﺑﻠﺎ ﺷﻬﻮﺓ ﻡ ﺭ ﺛﻢ ﺭﺃﻳﺖ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺍﻟﺈﻣﺎﻡ ﺃﺑﺎ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﻜﺮﻱ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻛﻨﺰﻩ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻤﺼﻨﻒ ﺍﻟﺂﺗﻲ " ﻭﻟﺎ ﻣﺲ " ﺑﻌﺪ ﻛﻠﺎﻡ ﻗﺮﺭﻩ ﻣﺎ ﻧﺼﻪ: ﻭﻣﻘﺘﻀﻰ ﺫﻟﻚ ﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻜﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﻣﺲ ﺍﻟﺂﺧﺮ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻓﻲ ﺳﺎﺋﺮ ﺑﺪﻧﻪ ﻭﺃﻥ ﻟﻪ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﻛﺬﻟﻚ ﺇﺫ ﻫﻮ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺲ ﻭﻫﻮ ﻛﺬﻟﻚ ﺑﺸﺮﻁ ﺍﻧﺘﻔﺎﺀ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ ﺍﻩ ﺛﻢ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﺎ ﻛﺘﺒﺘﻪ ﺑﻌﺪ ﻋﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﻟﻠﺸﺎﺭﺡ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻭﻫﻮ ﻳﺨﺎﻟﻒ ﺫﻟﻚ.
حواشي الشرواني والعبادي؛ ج ٣، ص ١٨٣
ﻭﻣﺤﻞ ﺟﻮﺍﺯ ﺫﻟﻚ ﺇﻥ ﻣﺲ ﺃﻭ ﻧﻈﺮ (ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ) ﻭﺇﻟﺎ ﺣﺮﻡ ﺍﺗﻔﺎﻗﺎ ﺇﻟﺎ ﻧﻈﺮ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﺃﻭ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺑﻠﺎ ﺷﻬﻮﺓ ﻭﺇﻟﺎ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ ﻟﻤﺎ ﻳﺄﺗﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭﻧﻈﺮ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ ﻟﻐﻴﺮﻫﺎ ﻣﻜﺮﻭﻩ ﺇﻟﺎ ﻟﻀﺮﻭﺭﺓ.
الشرح:
ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ) ﻭﻫﻲ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺭﻛﺒﺘﻪ ﻭﺳﺮﺗﻪ ﺷﺮﺡ ﻡ ﺭ ﺍﻩ ﺳﻢ ﺃﻱ ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻥ ﺫﻛﺮﺍ ﺃﻭ ﺃﻧﺜﻰ (ﻗﻮﻟﻪ ﻭﺇﻟﺎ ﺣﺮﻡ ﺇﻟﺦ) ﻇﺎﻫﺮﻩ ﻭﻟﻮ ﻟﺤﺎﺟﺔ ﺑﻞ ﻭﻟﻮ ﻟﻀﺮﻭﺭﺓ

0 Komentar