Metode Menghatamkan Alqur'an Sekali Dalam Seminggu Menurut Sahabat

 


Syekh Yusri hafidzahullah Ta'ala wa ra'ah menjelaskan dalam pengajian shahih Bukharinya, bahwa para sahabat RA mereka saling berbeda antara satu sama yang lain dalam hal mengkhatamkan Al Qur'an. Diantara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap hari, ada yang setiap tiga hari, ada yang satu minggu dan ada pula setiap satu bulan sekali.

Diantara yang mengkhatamkannya setiap hari adalah sahabat Abdullah bin Amr bin Ash, sebagaimana imam Bukhari telah meriwayatkan, bahwa suatu hari Amr bin Ash RA bertanya kepada menantunya, istri dari Abdullah bin Amr RA, tentang bagaimana anaknya tersebut, ia pun menjawab: " dia adalah sebaik-baik laki-laki, tidak pernah mendekatiku semenjak kami menikah".

Kemudian Amr pun bergegas untuk mengadukannya kepada baginda nabi SAW, tentang apa yang terjadi dengan anaknya, Abdullah. Lalu baginda pun memanggilnya, dan berkata: " Bagaimana kamu berpuasa?" ia pun menjawab: " setiap hari saya berpuasa". Lalu baginda tanya: "bagaimana kamu mengkhatamkan Al Qur'an", ia menjawab: " setiap malam wahai Rasulullah".

Baginda nabi pun menasehatinya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dan mengkhatamkan Al Qur'an sekali dalam sebulan. Akan tetapi Abdullah bin Amr meminta untuk menambah hari puasanya dan mengkhatamkan lebih dari sekali dalam sebulan, dengan alasan ia mampu lebih dari itu. Lalu baginda pun menyarankannya untuk berpuasa dawud, dan mengkhatamkannya sekali dalam seminggu.

Syekh yusri mengatakan, bahwa khataman sekali dalam seminggu inilah yang menjadi kebiasaan para sahabat RA, hingga akhirnya khatmah usbuiyyah (khataman sekali dalam seminggu) ini dikenal dengan metode fami musyawwaqu ((فَمِيْ مُشَوَّقُ, yang dinisbatkan kepada sayyidina Ali RA. Metode ini adalah dengan membagi Al Qur'an menjadi 7 bagian yang dibagi menjadi tujuh hari.

Bagian pertama, adalah dengan membaca dari surat Al Fatihah (yang dirumuskan dengan huruf ف) hingga awal surat Al Maidah (yang dirumuskan dengan huruf م). Kedua dari surat Al Maidah hingga awal surat Yunus AS (yang dirumuskan dengan huruf ي). Ketiga dari surat Yunus AS hingga awal surat Maryam (yang dirumuskan dengan huruf م). Keempat dari surat Maryam hingga awal surat As Syu'ara (yang dirumuskan dengan huruf ش). Kelima dari surat As Syu'ara hingga awal surat Wasshaaffat ( yang dirumuskan dengan huruf و). Keenam dari surat Wasshaaffat hingga awal surat Qaf (yang dirumuskan dengan huruf ق). Dan ketujuh dari surat Qaf hingga akhir surat.

Syekh Yusri menambahkan, bahwa para guru-gurunya mengijazahkan, barang siapa yang melakukan metode ini dengan mengkhatamkan Al Qur'an sebanyak 83 kali dengan istiqomah, maka tidak pernah akan lupa selama-lamanya. Begitulah syekh Yusri menganjurkan kepada para muridnya, akan tetapi dengan syarat harus terlebih dahulu menghafalnya. 

Wallahu A'lam.


0 Komentar

Posting Komentar