Beberapa perusahaan atau bus mengalirkan tetesan air AC ke dalam kulah. Air tersebut kadang digunakan hanya untuk buang air dan bahkan ada yang digunakan untuk berwudlu.
Pertanyaan
Apakah air
AC bisa digunakan untuk bersesuci seperti wudlu?
Jawaban:
Mazhab syafi’iyah
berpendapat bahwa air yang sah digunakan untuk bersesuci adalah air yang turun
dari langit seperti air hujan, salju dan embun atau air yang keluar dari dalam
tanah, seperti air sumur, sungai, sumber air, dan air laut. Air yang bersumber
selain dari tujuh di atas diperselisihkan ulama. Sebagian ulama menyatakan
bahwa air AC tidak sah digunakan bersesuci karena tidak bersumber dari tanah
atau langit. Ulama yang lain menyatakan, air AC sah digunakan untuk bersesuci
karena unsur air langit dan bumi sama-sama ada dalam air AC.
Referensi
شرح الياقوت الفيس ، صحفة ٦١
أما ما تفرزه مكيفات الهواء من الماء وما يستخرج من
الأشجار في بعض البلاد، حيث قيل : إن نوعا من الشجر يقطر ماء بالليل فيحفرون تحته
حفرا تصبح مملوءة لماء. فقد قال ابن قاضي في مختصر القضايا : إن هذا ليس ماء لأنه
لم ينزل من السماء ولم ينبع من الأرض.
ولكن بعض العلماء يقولون إن الماء مكون من مادتين، وهي
مادة الأوكسيجين ومادة الهيدروجين، وهما موجودتان في مطلق المياه، حتى في الماء
الذي يفرزه المكيف. فعلى هذا يقاس ما تساقط من الأشجار حيث يقال له ماء، فيما يظهر
Air yang
di keluarkan oleh AC, dan air yang
keluar dari beberapa tumbuhan di sebagian negara. Ibnul Qodli berpendapat bahwa
" bahwa cairan tersebut tidak bisa disebut sebagai air (yang sah digunakan
bersesuci), karena tidak turun dari
langit dan tidak keluar dari bumi.
Tetapi
sebagian Ulama' mengatakan, bahwa Air terbentuk dari dua unsur. Yaitu unsur
oksigen dan hidrogen, (sehingga membentuk H2O). Dan dua unsur tersebut ada pada
kemutlakan air, sampai pada air AC pun (juga terdapat H2O). Maka atas dasar
ini, diqiyaskan juga pada Air yang menetes dari pohon.

0 Komentar