Cara Berbaris Jamaah di Baris Kedua

 


Apabila kita melakukan shalat berjama'ah dan baris pertama sudah terisi penuh, bagaimana cara memulai baris baru? Apakah harus dari sebelah kanan, kiri, atau tengah?

Jika baris pertama sudah penuh, maka dibuat baris kedua dengan mengikuti cara pembuatan baris pertama, yaitu dengan posisi orang yang berdiri di belakang baris pertama agak ke kanan dari imam, orang kedua berada agak ke kiri imam, orang ketiga berada di sebelah kanan orang yang berada di sebelah kanan makmum, orang keempat berada di sebelah kiri orang yang berada di sebelah kiri makmum, dan seterusnya. Ini dilakukan untuk mengimbangi posisi imam berada di tengah baris. Hal yang sama juga dilakukan pada baris ketiga jika baris kedua sudah penuh.

Jangan memulai shaf kedua dari ujung utara atau selatan shaf karena sering terjadi bahwa orang-orang yang rumahnya berdekatan dengan pintu masuk Masjid akan membuat shaf kedua mereka di dekat pintu masuk agar mudah pulang ke rumah. Ini dilakukan hanya untuk kepraktisan, padahal seharusnya shaf kedua ditentukan berdasarkan kondisi ibadah yang baik.

Akibat dari membuat shaf dari selatan dan utara, akan terjadi ruang kosong atau kekosongan di tengah-tengah shaf yang dapat menghilangkan keutamaan berjamaah karena menutupi ruang kosong di shaf adalah sunnah.

تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي (2/ 308)

 وَإِذَا شَرَعُوا فِي الثَّانِي يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ وُقُوفُهُمْ عَلَى هَيْئَةِ الْوُقُوفِ خَلَفَ الْإِمَامِ فَإِذَا حَضَرَ وَاحِدٌ وَقَفَ خَلْفَ الصَّفِّ الْأَوَّلِ بِحَيْثُ يَكُونُ مُحَاذِيًا لِيَمِينِ الْإِمَامِ، فَإِذَا حَضَرَ آخَرُ وَقَفَ فِي جِهَةِ يَسَارِهِ بِحَيْثُ يَكُونَانِ خَلْفَ مَنْ يَلِي الْإِمَامَ

0 Komentar

Posting Komentar