Status Cincin Tunangan

 


Dalam proses meminang seseorang wanita, ada tradisi di beberapa masyarakat yang mengharuskan laki-laki untuk menyerahkan harta sebagai tanda ikatan, seperti cincin atau barang sejenis. Bagaimana status harta tersebut jika,

 a. sebagai hadiah yang diberikan oleh laki-laki kepada wanita sebagai tanda perhatian atau kasih sayang.

b. Mas kawin yang akan diberikan saat proses pernikahan sebagai tanda keseriusan dalam menjalin hubungan.

Dalam kitab kitab al-Fatawi al-Kubro dijelaskan, dalam situasi di mana seorang laki-laki melamar seorang wanita dan keluarganya menerimanya, laki-laki tersebut memberikan sesuatu harta yang disebut jihaz (pengikat) kepada keluarga wanita tersebut, status harta tersebut akan ditentukan oleh niat dari pelamar tersebut.

Jika pelamar berniat untuk memberikan harta tersebut sebagai hadiah, maka wanita yang dipinang berhak untuk memilikinya. Namun jika niatnya untuk memberikan harta tersebut sebagai nilai dari mas kawin, maka harta tersebut akan dianggap sebagai mas kawin bagi wanita yang dipinang.

Jika pelamar tidak berniat untuk memberikan harta tersebut sebagai mas kawin atau jika perkawinan itu gagal, si pemberi jihaz dapat menarik kembali pemberiannya dan harta tersebut harus dikembalikan kepada pelamar.

Referensi:

الفتاوى الكبرى الفقهية على مذهب الإمام الشافعي (9/ 86)

وسئل" عمن خطب امرأة وأجابوه فأعطاهم شيئا من المال يسمى الجهاز هل تملكه المخطوبة أو لا بينوا لنا ذلك؟ "فأجاب" بأن العبرة بنية الخاطب الدافع فإن دفع بنية الهدية ملكته المخطوبة أو بنية حسبانه من المهر حسب منه وإن كان من غير جنسه أو بنية الرجوع به عليها إذا لم يحصل زواج أو لم يكن له نية لم تملكه ويرجع به عليها.

 

 

 

0 Komentar

Posting Komentar