Perempuan dapat berkarier di berbagai bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, seperti peternakan, perkebunan, industri rumah tangga, bisnis, kantor, perusahaan, kedokteran, perawatan, militer, pendidikan, dan bahkan sebagai ibu rumah tangga yang sepenuhnya mengabdikan diri pada keluarga. Pada masa Rasulullah, beberapa contoh pekerjaan yang pernah dilakukan oleh perempuan termasuk mengelola perniagaan, bekerja sebagai dokter, dan mengajar. Berikut beberapa contoh pekerjaan yang pernah dilakukan oleh perempuan di masa Rasulullah
Wanita Karir dalam Hadits
Menggembala
Menjadi
peternak atau mengelola hewan bukanlah pekerjaan yang dianggap rendah atau
tidak layak dilakukan oleh perempuan jika mereka tidak memiliki kesempatan
untuk melakukan pekerjaan lain. Hal ini dibuktikan oleh dua putri Nabi Syu'aib
yang pernah mengembalakan beberapa ekor kambing. Hadits yang diriwayatkan
Al-Bukhari juga menegaskan bahwa seorang budak perempuan yang menggembala
kambing, lalu menyembelih salah satu kambing dengan batu, diperbolehkan untuk
memakan dagingnya. Nabi saw. memberikan jawaban "Makanlah!"
Ini
menunjukkan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki
untuk mengejar karir dalam bidang peternakan. Jika seorang perempuan memiliki
minat dan kemampuan dalam mengelola hewan, maka dia dapat mengembangkan
usahanya menjadi sebuah peternakan yang sukses.
Bertani
Bertani
adalah pekerjaan yang layak dan penting dilakukan oleh perempuan sama seperti
laki-laki. Perempuan pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar karir
dalam bidang pertanian dan mengelola tanah subur yang dimiliki Indonesia. Nabi
Muhammad juga pernah menyatakan bahwa menanam adalah ibadah yang menunjukkan
betapa pentingnya bertani dalam agama dan kehidupan.
Nabi
Muhammad saw. memberikan persetujuan dan dukungan pada seorang wanita yang
diceraikan untuk tetap bekerja dan memetik pohon kurma. Dia menyatakan bahwa
wanita tersebut memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk bekerja dan
mencari nafkah, dan bahwa pekerjaan tersebut dapat membantunya untuk beramal
baik dan bersedekah.
Industri,
Perniagaan, dan Business Women
Perempuan
dapat bekerja dalam bidang industri dan perniagaan, baik sebagai pimpinan atau
karyawan, ataupun melalui home industri. Seorang istri dari Abdullah bin Mas'ud
dikisahkan sebagai seorang buruh perempuan yang mampu menghidupi keluarganya
dari hasil pekerjaannya. Rasulullah juga menyatakan bahwa perempuan akan
mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang diberikan kepada keluarga mereka.
Menjadi seorang wiraswasta atau berbisnis juga dapat memberikan keuntungan
besar bagi perempuan dengan modal keuletan dan strategi yang tepat.
Dokter
dan Perawat
Pertanian,
industri, perniagaan, dan bisnis dapat dimasuki oleh perempuan, baik dalam
perusahaan besar atau industri rumahan. Perempuan juga dapat menjadi wiraswasta
dengan perniagaan atau bisnis yang dapat mengantarkan mereka pada keuntungan
yang besar. Profesi sebagai dokter dan perawat juga dianjurkan karena bertujuan
untuk menolong umat dan dapat menjadi wajib jika tidak ada yang lain yang dapat
melakukannya. Perempuan juga dapat menjadi dokter atau perawat khusus dalam
bidang kesehatan reproduksi perempuan.
Hadits
yang diriwayatkan oleh al-Bukhâri menyatakan bahwa ketika perang Khandaq, Sa'ad
terluka dan Nabi membuat tenda khusus untuk merawatnya. Dan yang merawat Sa'ad
adalah seorang perempuan, ini menunjukkan bahwa perempuan diijinkan untuk
mengejar karir sebagai dokter atau perawat.
Tentara
Perempuan
juga memiliki semangat yang kuat untuk berjuang dan membela tanah air dan
hak-hak mereka. Islam tidak melarang perempuan untuk berjuang sesuai dengan
kemampuan mereka. Dalam medan pertempuran, perempuan bisa berperan sebagai
dokter dan perawat, mempersiapkan logistik, atau bahkan sebagai tentara
sendiri. Sebuah kisah dari Nasibah Binti Ka'ab menunjukkan bahwa perempuan
dapat berperan aktif dalam perjuangan di medan pertempuran. Dia mempertahankan
diri dan menyerang musuh dengan pedangnya. Ini menunjukkan bahwa perempuan
tidak hanya terbatas pada peran domestik saja, tapi juga dapat menjadi tentara
Allah yang menegakkan hukum Islam di dunia.
Dosen
dan Guru
Di
masa lalu, beberapa perempuan dikenal sebagai pengajar yang handal dan
dihormati. Mereka diakui sebagai pemaham agama yang luas dan dijadikan sumber
ilmu oleh banyak orang, termasuk laki-laki. Beberapa contoh tokoh perempuan
yang dikenal sebagai pengajar diantaranya adalah Siti Aisyah, Fathimah binti
Jamaluddin Sulaiman Al-Anshari, dan Karimah Binti Ahmad Al-Marwuziyah. Mereka
diakui sebagai pemaham agama yang luas dan dijadikan sumber ilmu oleh banyak
orang, termasuk laki-laki. Pada saat ini, banyak lembaga pendidikan yang
membutuhkan tenaga pengajar perempuan, karena dikenal memiliki kepekaan
perasaan yang tinggi dan ketelatenan yang memudahkan para murid menerima
pembelajaran dengan baik.
Ibu
Rumah Tangga Sholihah
Menjadi
ibu rumah tangga yang baik adalah prioritas utama bagi sebagian besar
perempuan. Ini merupakan aplikasi dari hadits yang menyatakan bahwa istri
adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban
atas tugas dan kewajibannya. Namun, era teknologi dan informasi saat ini
membuka banyak peluang kerja dan profesi bagi perempuan yang sesuai dengan
aturan syari'at Islam. Keanekaragaman karier dapat dipilih oleh perempuan
sesuai dengan minat dan kemampuannya.
0 Komentar