Apakah Bersiwak Harus Menghilangkan Bau Mulut?

 


Siwak adalah benda kecil yang memiliki manfaat yang sangat kompleks dan sangat banyak. Ada pertanyaan di kalangan umat Islam tentang apakah untuk mendapatkan kesunahan bersiwak diharuskan hilangnya bau mulut.

Pada umumnya, pengertian definisi siwak yang sering digunakan adalah penggunaan kayu baik dari kayu arok atau lainnya untuk menghilangkan bau atau semisalnya. Hal ini bisa saja dipahami bahwa bersiwak harus sampai bau mulut hilang. Namun, pandangan ini sangat bertentangan dengan pandangan Ibnu Hajar. Menurutnya, bersiwak bisa cukup dengan sekali saja. Ini mengindikasikan bahwa syarat sahnya siwak tidak harus menghilangkan bau mulut

Memiliki nafas segar memang merupakan keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan siwak, namun bukan tujuannya. Siwak disunahkan untuk membersihkan gigi, merawat kesehatan mulut, dan juga sebagai tindakan ibadah yang dianjurkan.

Namun, jika seseorang ingin mengamalkan sunnah dengan sempurna, maka disunahkan untuk bersiwak sampai bau mulut hilang. Sikap yang berjiwa tetapi masih memiliki bau mulut juga dianggap tidak masalah karena menghilangkan bau mulut hanyalah merupakan salah satu dari manfaat siwak dan bukan syarat sahnya.

Dalam Islam, menjaga kebersihan dan kesehatan mulut merupakan suatu tindakan yang dianjurkan dan dianggap sebagai bagian dari kebersihan diri secara keseluruhan. Oleh karena itu, penggunaan siwak sebagai alat pembersih gigi dan merawat kesehatan mulut sangat disarankan untuk dilakukan.

Penting untuk diingat bahwa yang terpenting adalah niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu tindakan ibadah seperti bersiwak. Selama kitya melakukannya dengan niat yang baik dan ikhlas, serta memperhatikan kesehatan dan kebersihan mulut, maka kita dapat meraih manfaat yang besar dari penggunaan siwak sebagai bagian dari tindakan ibadah kita sehari-hari.

 sumber : Bujairomi ala al-Khotib

0 Komentar

Posting Komentar