Buku Iqro' adalah salah satu buku pembelajaran Al-Qur'an yang
diciptakan untuk mempermudah masyarakat dalam membaca Al-Qur'an. Buku ini
biasanya berisi aturan dan tata cara membaca Al-Qur'an, serta kutipan ayat-ayat
Al-Qur'an yang mufidah (memiliki makna yang dapat dipahami) atau hanya
lafadz-lafadznya saja.
Buku ini biasanya berisi aturan dan tata cara membaca
Al-Quran, serta kutipan ayat-ayat Al-Quran yang mufidah (memiliki makna yang
bisa dipahami) dan ada juga yang hanya mengutip lafadz-lafadznya saja yang
tidak sampai taraf mufidah.
Ada beberapa pendapat ulama mengenai hukum memegang buku-buku
seperti Iqro' tanpa wudlu. Menurut Imam Ibnu Hajar, apabila buku tersebut
ditujukan untuk belajar atau mengajar Al-Qur'an, maka diperbolehkan untuk
memegang buku tersebut, meskipun dalam keadaan tidak suci dari hadas. Namun,
apabila isinya banyak mengandung ayat-ayat mufidah, maka tidak diperbolehkan.
Sedangkan menurut Imam al-Qulyubi, memegang buku Al-Qur'an
dalam keadaan apapun tidak boleh secara mutlak, baik ayat-ayatnya mufidah atau
tidak. Sementara menurut pendapat Malikiyah, orang haid boleh memegang
Al-Qur'an jika bertujuan untuk belajar atau mengajar.
Untuk orang tua atau guru ngaji, mereka boleh membiarkan anak
kecil memegang buku-buku seperti Iqro', asalkan anak tersebut sudah mencapai
usia tamyiz dan bertujuan untuk belajar. Namun, jika tidak memenuhi syarat
tersebut, maka tidak boleh.
المراجع:

0 Komentar