Sumbangan pembangunan seperti masjid atau madrasah merupakan
bagian dari amal jariyah yang dapat memberikan pahala bagi si penyumbang.
Namun, kadangkala ada kasus dimana sumbangan tersebut tidak dapat dimanfaatkan
dengan baik karena diselewengkan oleh salah seorang oknum panitia pembangunan.
Lalu, apakah si penyumbang masih memperoleh pahala dari sumbangan tersebut?
Hadis Rasulullah disebutkan
عن أبي هريرة رضي الله
عنه أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال : قال رجل : لأتصدقنّ بصدقة، فخرج
بصدقته فوضعها في يد سارق، فأصبحوا يتحدثون : تُصُدِّق على سارق، فقال : اللهم لك
الحمد !، لأتصدقنّ بصدقة، فخرج بصدقته فوضعها في يدي زانية، فأصبحوا يتحدثون :
تُصُدِّق الليلة على زانية، فقال : اللهم لك الحمد على زانية !، لأتصدقنّ بصدقة،
فخرج بصدقته فوضعها في يدي غني، فأصبحوا يتحدثون : تُصُدِّق على غني، فقال : اللهم
لك الحمد على سارق وعلى زانية وعلى غني !، فأُتي فقيل له : أما صدقتك على سارق،
فلعله أن يستعف عن سرقته، وأما الزانية، فلعلها أن تستعف عن زناها، وأما الغني،
فلعله يعتبر فينفق مما أعطاه الله - متفق
عليه
Menurut hadits riwayat Abi Hurairah, Rasulullah saw. bersabda
bahwa seorang lelaki berkata, "Demi Allah aku akan bershadaqah dengan
suatu shadaqah". Lelaki tersebut mengeluarkan shadaqahnya dan
menyampaikannya ke tangan seorang pencuri. Lalu banyak orang
memperbincangkannya, "Bukan main, seorang pencuri diberi shadaqah".
Kemudian lelaki tersebut berkata, "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, demi
Allah aku akan bershadaqah dengan suatu shadaqah". Ia mengeluarkan
shadaqahnya lagi dan menyampaikannya ke tangan seorang wanita pezina. Lalu
banyak orang memperbincangkannya, "Bukan main, seorang wanita pezina
diberi shadaqah". Kemudian lelaki tersebut berkata, "Ya Allah,
bagi-Mu segala puji atas shadaqahku kepada pencuri, wanita pezina dan orang
kaya".
Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa si penyumbang
masih memperoleh pahala dari sumbangan tersebut meskipun sumbangan tersebut
tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Kecurangan dan kelalaian yang terjadi ada
pada pihak panitia, bukan pada si penyumbang. Oleh karena itu, pahala yang akan
didapatkan masih sama, selama niat si penyumbang baik dan tulus.
Kesimpulannya, si penyumbang tidak perlu merasa khawatir dan
meragukan pahala yang akan didapatkan meskipun sumbangan tersebut tidak dapat
dimanfaatkan dengan baik. Hal terpenting adalah niat dan keikhlasan si
penyumbang dalam memberikan sumbangan. Amal jariyah akan terus memberikan
pahala meskipun sumbangan tersebut tidak dapat diambil manfaatnya oleh orang
lain.

0 Komentar