Doa Malam Pertama atau Malam Pengantin


Doa Malam Pertama atau Malam Pengantin

Apa doa yang disunnahkan bagi suami untuk mengucapkannya kepada istrinya jika ia diajak untuk melakukan hubungan suami istri pada malam pernikahan? Apakah ini hanya khusus untuk suami saja?

Dianjurkan bagi suami untuk mengucapkan kepada istrinya jika diajak untuk melakukan hubungan suami istri pada malam pernikahan atau yang dikenal sebagai "malam pertama":

اللهم إنِّي أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرِّها وشر ما جبلتها عليه

Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tempatkan di atasnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau tempatkan di atasnya.

Doa untuk mendapatkan berkah dalam pernikahan tidak hanya khusus untuk suami, karena Syariat Islam telah menegaskan bahwa wanita juga berharap untuk mendapatkan berkah dalam pernikahannya seperti halnya suami.

Tujuan pernikahan dalam Islam

Tujuan pernikahan dalam Islam adalah menciptakan ikatan antara suami dan istri yang terdiri dari kasih sayang, belas kasihan, dan kerja sama. Setiap pasangan menjadi tempat bagi pasangannya untuk berlindung dan merasa aman serta tenang. Ini adalah salah satu tujuan utama pernikahan, sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa ketenangan dan ketenteraman hatimu bersama mereka. Dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21).

Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya mengatakan, "Allah menciptakan rasa kasih sayang dan belas kasihan antara suami dan istri sehingga mereka mencintai dan mengasihi satu sama lain. Tidak ada yang lebih disukai oleh salah satu dari mereka selain pasangan hidupnya, tanpa adanya rasa sayang di antara keduanya." (Tafsir al-Baghawi, 6/266, edisi Dar at-Tayyibah).

Untuk mencapai tujuan syari'ah ini, syariat menganjurkan bagi suami setelah memasuki rumah tangga dengan istri pada malam pernikahan untuk memberikan salam kepadanya, menyebut nama Allah, meletakkan tangannya di atas kepala istri dan memohon berkah dalam pernikahan mereka. Suami juga harus berdoa dengan mengatakan:

"اللهم إنِّي أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرِّها وشر ما جبلتها عليه"

"Ya Allah, aku memohon kebaikan untuknya dan kebaikan apa yang Engkau jadikan untuknya, dan aku berlindung dari kejahatan dia dan kejahatan apa yang Engkau jadikan untuknya."

Ini berdasarkan riwayat Abu Daud dalam "Sunannya" dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya, dari kakeknya, yang mengatakan bahwa Nabi bersabda: "Jika salah satu dari kalian menikah dengan seorang wanita, maka hendaklah dia mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Ya Allah, aku memohon kebaikan untuknya dan kebaikan apa yang Engkau jadikan untuknya, dan aku berlindung dari kejahatan dia dan kejahatan apa yang Engkau jadikan untuknya.

Imam Nawawi berkata dalam kitab "Al-Adzkar" (halaman 461, cetakan Ibn Hazm): "Dianjurkan untuk menyebut nama Allah Ta'ala, menyentuh ubun-ubun istri pada saat pertama kali mereka bertemu, dan mengucapkan:

بَارَكَ اللَّهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ منَّا فِي صَاحِبِهِ

'Semoga Allah memberkahi setiap dari kita dalam pasangan kita.'

Dan mengucapkan doa yang telah diriwayatkan dengan sanad yang sahih dalam "Sunan Abu Daud" dan lain-lain; dari Amr bin Shuaib, dari ayahnya, dari kakeknya, radhiyallahu anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda: 'Jika salah seorang dari kalian menikah dengan seorang wanita, maka hendaklah ia mengucapkan:

للَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan yang Engkau jadikan padanya..

Imam Nawawi membuat bab khusus mengenai hal tersebut dalam kitab "Al-Adzkar" (halaman 461) dengan bab "Apa yang Dikatakan Suami Ketika Istrinya Masuk ke Tempat Tidur Malam Pertama".

Penjelasan keutamaan doa yang disebutkan pada malam pernikahan

Imam Asy-Syaukani telah menjelaskan keutamaan doa ini di dalam kitab "Nailul Authar" (6/225, edisi Darul Hadits) di mana ia berkata: "Hadis ini menunjukkan disunnahkan untuk berdoa dengan doa yang terkandung dalam hadis tersebut ketika seorang wanita menikah. Dan doa ini sangat komprehensif, karena jika seseorang mendapatkan kebaikan dari istrinya dan dijauhkan dari segala bentuk keburukan, maka dalam hal itu terdapat manfaat yang besar dan bahaya dapat dihindarkan."

Para fuqaha telah menegaskan bahwa doa ini merupakan salah satu sebab terjadinya keberkahan dalam hubungan antara suami dan istri. Al-'Allamah Ibn al-Rif'ah dalam "Kifayah al-Nabih" (13/86, edisi Dar al-Kutub al-'Ilmiyah) mengatakan: "memegang ujung kepala atau ubun-ubun (nasiah) ini sebenarnya disunnahkan, karena Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Jika salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita, maka hendaklah ia mengucapkan: 'Ya Allah, aku memohon kebaikan baginya dan kebaikan yang Engkau jadikan padanya, serta aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan dirinya dan kejahatan yang Engkau jadikan padanya, dan hendaklah ia  memegang bagian ujung kepalanya, serta memohon keberkahan.'

Apa yang dilakukan oleh seorang istri setelah menikah dengan suaminya pada malam pertama

Apa yang dilakukan oleh seorang istri setelah menikah dengan suaminya pada malam pertama perkawinan adalah doa untuk keberkahan dan memperoleh kebaikan, bukan hanya untuk suami. Oleh karena itu, tidak ada masalah bagi istri untuk mendoakan suaminya dengan doa tersebut. Sunnah Nabi telah menetapkan bahwa istri juga sunnah shalat dua rakaat untuk mendapatkan kasih sayang, seperti yang dilakukan oleh suami.

Abu Sa'id, budak Bani Usaid, berkata: "Saya menikah dengan seorang wanita ketika saya masih menjadi budak. Saya mengundang sahabat-sahabat Nabi, termasuk Abu Dzar, Ibnu Mas'ud, dan Hudzaifah. Hudzaifah maju (menjadi imam) untuk shalat bersama mereka, namun Abu Dzar atau seorang lelaki lain berkata: 'Ini bukan hakmu'. Mereka kemudian meminta saya yang masih menjadi budak untuk shalat bersama mereka, dan mereka mengajari saya. Mereka berkata: 'Ketika engkau hendak menggauli istrimu, shalatlah dua rakaat, mintalah istrimu untuk shalat di belakangmu, dan peganglah ujung kepalanya. Mohonlah kebaikan dari Allah dan berlindunglah dari kejahatan'." Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi keduanya dalam ibadah yang diharapkan untuk mendapatkan berkah dalam pernikahan itu dianjurkan.

Seperti juga sunnah Nabi menetapkan bahwa setelah melakukan dua rakaat shalat bersama-sama, suami memohon agar Allah memberkahi istrinya dan memohon agar Allah memberkahi suaminya pada istrinya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Mas'ud, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Apabila suami hendak menggauli istrinya, maka suami shalat sunnah dan istri berdiri di belakangnya, kemudian keduanya melaksanakan shalat dua rakaat dan suami berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي وَبَارِكْ لِأَهْلِي فِيَّ، اللَّهُمَّ ارْزُقْهُمْ مِنِّي وَارْزُقْنِي مِنْهُمُ، اللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِي خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

"Ya Allah, berkatilah aku dalam keluargaku dan berkatilah keluargaku dalam diriku, Ya Allah, berilah mereka rezeki dari sisi-Ku dan berilah aku rezeki dari sisi mereka. Ya Allah, satukanlah kami dalam kebaikan seperti yang Engkau satukan dan pisahkanlah kami dalam kebaikan jika Engkau hendak memisahkan kami." (HR. Thabrani dalam "Al-Mu'jam Al-Kabir").

Mohon keberkahan untuknya dari suaminya sebagaimana doa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan ini menunjukkan bahwa istri dapat meminta keberkahan dari suaminya pada malam pernikahan dan di waktu lainnya; inti dari teks-teks ini adalah bahwa pasangan suami-istri dianjurkan untuk berdoa agar keberkahan dan kebaikan tercurah bagi masing-masing dari mereka.

Kesimpulannya, berdasarkan pada pertanyaan ini: disunahkan bagi suami untuk mengucapkan doa pada istri ketika melakukan malam pertama atau yang dikenal dengan istilah "malam pengantin": "Ya Allah, aku memohon kebaikan baginya dan kebaikan yang Engkau jadikan dia bagian darinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang ada padanya dan kejahatan yang Engkau jadikan dia bagian darinya." Doa untuk keberkahan dalam pernikahan tidak hanya khusus untuk suami, karena syariat Islam menekankan bahwa perempuan juga berharap untuk mendapatkan keberkahan dalam pernikahannya seperti halnya suami.

Wallahu a'lam.

0 Komentar

Posting Komentar