Khotib Berhenti Setiap Menaiki Anak Tangga



Khotib Berhenti Setiap Menaiki Anak Tangga

Berbicara mengenai khutbah Jumat, terkadang kita melihat khatib melakukan beberapa gerakan saat naik ke atas mimbar. Salah satu gerakan yang sering dilakukan adalah berhenti sejenak di setiap anak tangga sambil membaca doa. Namun, apakah gerakan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas? Dalam pandangan Al-Shihab Ahmad bin Hajar al-Haytami, gerakan tersebut termasuk dalam kategori yang dibuat-buat oleh para khatib yang jahil. Mereka menoleh, berdoa ketika sampai di tempat istirahat (ketika khatib naik mimbar) sebelum duduk di kursi mimbar, dan berdiri sejenak di setiap anak tangga untuk berdoa. Hal ini dianggap makruh dan sebaiknya dihindari. Dalam kitab Minhajul Qowim dijelaskan

"ويكره" ما ابتدعه جهلة الخطباء ومنه "التفاته" في الخطبة الثانية "والإشارة بيده" أو غيره "ودقة درج المنبر" في صعوده بنحو سيف أو رجله والدعاء إذا انتهى إلى المستراح قبل جلوسه عليه، والوقوف في كل مرقاة وقفة خفيفة يدعو فيها، ومبالغة الإسراع في الثانية، وخفض الصوت بها والمجازفة في وصف السلاطين عند الدعاء لهم  - ص180 - كتاب المنهاج القويم شرح المقدمة الحضرمية - فصل في سنن الجمعة - المكتبة الشاملة

"Dan dimakruhkan" apa yang dibuat-buat oleh para khatib yang jahil, seperti "berpaling" dalam khutbah kedua, "mengisyaratkan dengan tangannya" atau hal-hal lainnya, "menjejaki tangga mimbar" saat naik dengan cara yang berbahaya, dan "berdoa" ketika sampai di tempat istirahat sebelum duduk di atasnya. Selain itu, dimakruhkan juga "berdiri sejenak di setiap anak tangga" untuk berdoa. Tindakan yang dimakruhkan lainnya adalah "terburu-buru dalam khutbah kedua", "mengurangi volume suara", dan "menggambarkan sultan secara berlebihan" saat berdoa untuk mereka.

Sebaliknya, menurut Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, disunnahkan bagi khatib untuk memberi salam kepada orang yang ada di dekat mimbar atau tempat naiknya, dan naik ke atas mimbar dengan tenang dan lembut. Gerakan yang disunahkan adalah berjalan pelan-pelan tanpa berhenti dan tanpa membaca doa.

قال الشيخ محمد نووى الجاوي البنتني ويسن للخاطب أن يسلم على من عندالمنبر او المرتفع وان يصعد بتؤدة ورفق نقله الزيادي عن الجويني اهـ

Sedangkan Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani mengatakan bahwa disunnahkan bagi khatib untuk memberi salam kepada orang yang ada di dekat mimbar atau tempat naiknya, dan naik ke atas mimbar dengan tenang dan lembut. Hal ini disebutkan oleh al-Juwaini."

0 Komentar

Posting Komentar