Memprioritaskan Istri dari Orang Tua


Alqamah adalah seorang lelaki yang dikenal sebagai ahli ibadah dan dermawan. Ia selalu memprioritaskan istri dalam setiap hal dan menjadi pemicu sakaratul maut yang tidak menyenangkan. Kemampuan Alqamah dalam mengucapkan kalimah tauhid saat sakaratul maut pun terhambat karena mulutnya kelu.

Situasi ini kemudian membuat istri Alqamah gelisah dan bingung. Ia pun memutuskan untuk mencari bantuan dari Rasulullah SAW untuk menyelesaikan masalah ini. Rasulullah SAW kemudian menanyakan apakah Alqamah masih memiliki kedua orang tua. Namun, ternyata hanya ibunya yang masih hidup.

Ketika Rasulullah SAW menghadapkan permasalahan ini kepada ibu Alqamah, ibunya tidak dapat menerima sikap Alqamah yang selalu memprioritaskan istri daripada dirinya. Ibunya sangat marah dan tidak merasa ridha dengan sikap Alqamah tersebut. Kemarahan dan ketidakridhaan ibunya inilah yang menyebabkan mulut Alqamah tidak mampu mengucapkan kalimah tauhid saat sakaratul maut.

Rasulullah SAW kemudian memberikan solusi untuk masalah ini dengan mengatakan bahwa jika ibu Alqamah tidak memaafkan dan tidak merasa ridha, maka mayat Alqamah harus dibakar. Mendengar pernyataan ini, ibu Alqamah merasa sangat sedih dan akhirnya memaafkan dan merasa ridha dengan sikap Alqamah.

Akhirnya, Alqamah dapat mengucapkan kalimah tauhid saat sakaratul maut dan menghembuskan nafas terakhirnya dengan damai.

Setelah pemakamannya, Rasulullah berkhutbah

يا معشر المهاجرين والأنصار من فضل زوجته على أمه فعليه لعنه الله والملائكة والناس أجمعين لا يقبل الله منه صرفا ولا عدلا إلا أن يتوب إلى الله عز وجل ويحسن إليها ويطلب رضاها فرضى الله في رضى الوالدين وسخطه في سخطهما

Wahai para Muhajirin dan Anshar, barangsiapa mengutamakan istri di atas ibunya, maka Allah SWT, para malaikat, dan seluruh manusia melaknatnya. Allah tidak akan menerima dari orang tersebut sedekah atau keadilan apapun selama dia tidak bertaubat kepada Allah SWT, berbuat baik kepada istri dan mencari keridhaan-Nya. Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan kedua orang tua, sedangkan kemurkaan-Nya tergantung pada kemurkaan keduanya juga.

Dalam kitab Uququl Walidan halaman 3 disebutkan

عقوق الوالدين يأخذ مظاهر عديدة وصورا شتى منها ما يلي إبكاء الوالدين وتخزينهما سواء بالقول أو الفعل أو بالتسبب في ذلك إلى أن قال- إيثار الزوجة على الوالدين فبعض الناس يقدم طاعة زوجته على طاعة والديه ويؤثرها عليهما فلو طلبت منه أن يطرد والديه لطردهما ولو كانا بلا مأوى وترى بعض الأبناء يبالغ في إظهار المودة للزوجة أمام والديه وتراه في الوقت نفسه يغلط على والديه ولا يرعى حقهما

menyakiti orang tua memiliki banyak bentuk dan gambaran, termasuk di antaranya adalah: membuat orang tua menangis dan merasa sedih, baik melalui kata-kata atau tindakan, atau dengan menyebabkan kesedihan pada mereka. Ada juga contoh di mana seseorang mengutamakan kepatuhan pada istri daripada orang tuanya. Beberapa orang mengutamakan keinginan istri mereka di atas kepatuhan pada orang tua, dan jika istri meminta mereka untuk mengusir orang tua mereka, mereka akan melakukannya meskipun orang tua mereka menjadi tanpa tempat tinggal. Ada pula anak-anak yang berlebihan dalam menunjukkan kasih sayang pada istri mereka di depan orang tua, tetapi pada saat yang sama mereka melanggar hak orang tua mereka.


0 Komentar

Posting Komentar