Menambahkan Kata 'Ta'ala' pada Salam
Menambahkan kata "ta'ala" pada salam,
"Assalamu'alaikum warahmatullahi ta'ala wabarakaatuh", seringkali
menjadi perdebatan di kalangan umat Muslim. Namun, menurut referensi yang
ditemukan, menambahkan kata tersebut pada salam tidak bertentangan dengan tatacara
yang diajarkan sunnah. Bahkan, hal tersebut juga dilakukan oleh para sahabat
Nabi.
Salah satu bentuk kebaikan dalam Islam adalah memberikan
salam secara baik dan sopan kepada orang lain. Dalam tafsir Ruhul Ma'ani,
disebutkan bahwa salam merupakan salah satu nama Allah dan memulai dengan
menyebutnya adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi keutamaannya. Ketika
seseorang memberi salam kepada kita dari pihak yang beriman, maka kita dapat
membalasnya dengan salam yang sama atau salam yang lebih baik, seperti yang
diucapkan oleh Hasan dan Atha'.
Dalam Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah juz 5 halaman 243, terdapat
riwayat
حدثنا كثير بن هشام، عن جعفر، عن
ميمون، أن رجلا سلم على سلمان الفارسي، فقال: السلام عليكم ورحمة الله تعالى
وبركاته، فقال: سلمان: «حسبك» ، ثم رد على الذي قال
bahwa seorang lelaki mengucapkan salam pada Salman Al-Farisi
dengan mengucapkan "Assalamu’alaikum warohmatullohi ta’ala
wabarokatuh", lalu Salman berkata: "Cukuplah bagi kamu". Hal ini
menunjukkan bahwa menambahkan kata "ta'ala" pada salam tidak
diharamkan.
Selain itu, dalam tafsir Ruhul Ma’ani juz 5 halaman 99,
dikatakan
فقد أخرج البخارى فى الادب المفرد
عن سالم مولى عبد الله بن عمر قال : كان ابن عمر إذا سلم عليه فرد زاد فأتيته فقلت
: السلام عليم فقال : السلام عليكم ورحمة الله تعالى ثم أتيته مرة أخرى فقلت :
السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته فقال : السلام عليكم ورحمة الله تعالى
وبركاته وطيب صلواته
bahwa ketika ada orang memberi salam pada Ibnu Umar, maka
Ibnu Umar akan menambahkan ketika menjawabnya. Ketika pertama kali diucapkan
"Assalamu’alaikum", Ibnu Umar menjawab "Assalamu’alaikum
warohmatullohi taala". Namun, ketika dilain waktu diucapkan
"Assalamu’alaikum warohmatullohi ta’ala wabarokatuh", Ibnu Umar
menjawab "Assalamu’alaikum warohmatullohi ta’ala wabarokatuh wa thoyyibu
sholawatihi".
Dari referensi tersebut, dapat disimpulkan bahwa menambahkan
kata "ta'ala" pada salam tidak diharamkan. Oleh karena itu, umat
Muslim dapat melakukan hal tersebut tanpa ada kekhawatiran melanggar aturan
agama.
Menurut kebanyakan ulama, lebih baik membalas salam dengan
salam yang sama atau salam yang lebih baik. Rasulullah bersabda bahwa orang
yang mengucapkan "Assalamu’alaikum" akan mendapatkan sepuluh
kebaikan, sedangkan orang yang mengucapkan "Assalamu’alaikum
warohmatullohi ta’ala" akan mendapatkan dua puluh kebaikan. Dan jika kita
mengucapkan "Assalamu’alaikum warohmatullohi ta’ala wabarokatuh",
kita akan mendapatkan tiga puluh kebaikan.
0 Komentar