Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita meminta doa dan
barokah dari orang yang dianggap lebih dekat dengan Tuhan. Contohnya seperti
yang dialami oleh Budi dan Andi. Budi baru saja pulang dari pesantren, kemudian
Andi ingin bertamu untuk meminta doa agar segera mendapatkan pekerjaan yang
baik dan sukses dalam karir. Setelah sampai di rumah Budi, tanpa banyak
basa-basi, Andi mengutarakan maksud hatinya. Budi pun merespon permintaan
tersebut dengan mengucapkan "Amin..Amin..." tanpa dilanjutkan dengan doa.
Dalam contoh di atas, meskipun hanya mengucapkan
"Amin", Budi sudah dianggap telah mendoakan Andi. Hal ini menunjukkan
arti doa yang sebenarnya, yaitu permohonan kepada Tuhan untuk memberikan
kebaikan dan kesuksesan bagi orang yang kita doakan.
Dalam satu hadis diceritakan, bahwa ada tujuh puluh ribu umat Nabi yang akan masuk
surga tanpa hisab. Para sahabat kemudian membicarakan hal tersebut, dan mereka
berharap bahwa mereka yang akan masuk surga. Namun, setelah itu Nabi Muhammad
memberikan penjelasan bahwa orang-orang yang akan masuk surga tanpa hisab
adalah mereka yang tidak pernah beranggapan buruk terhadap sesuatu, tidak
pernah meminta untuk diruqyah, dan tidak pernah menggunakan Kay (pengobatan
dengan besi panas). Mereka bertawakkal kepada Allah. Lalu Ukasyah bin
Mihshan berdiri dan berkata; "Apakah aku termasuk di antara mereka, wahai
Rasulullah?" Beliau menjawab: "Ya." Kemudian yang lainnya
berdiri lalu bertanya; "Apakah aku juga termasuk di antara mereka?"
Beliau menjawab: "Ukasyah telah mendahuluimu dalam hal ini."
Pada hari wafatnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam, Akasyah bin Muhson berusia empat puluh empat tahun. Ia termasuk salah
satu dari orang-orang yang paling tampan di kalangan pria. Ketika ditanya siapa
di antara mereka yang merupakan ksatria terbaik di kalangan Arab, Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Ukasyah bin Muhson." Ia
memiliki keyakinan yang kuat dan sangat bersemangat untuk berbuat kebaikan
serta berharap pada kebaikan yang ada di sisi Allah SWT. Ia bahkan melebihi
para sahabat dalam hal ini.
0 Komentar