Bacaan Mad Jaiz Munfasil Sekedar Satu Alif atau 2 Harokat?
Salah satu perdebatan dalam ilmu tajwid adalah mengenai
bacaan Mad Jaiz Munfasil yang hanya menggunakan satu Alif atau 2 harokat.
Apakah bacaan tersebut dibenarkan atau tidak?
Menurut riwayat Hafsh lewat jalur 'Amr bin as Shabbah, bacaan
Mad Jaiz Munfasil yang hanya menggunakan satu Alif atau 2 harokat bisa
dibenarkan. Namun, menurut riwayat Hafs lewat jalur Muhammad Ubaid, bacaan
tersebut tidak bisa dibenarkan dan harus menggunakan dua Alif atau 4 harokat.
Namun, jika kita sudah pernah musyafahah (belajar langsung
dari guru) para qori yang muktabar (terpercaya), maka kita diperbolehkan untuk
membaca Mad Jaiz Munfasil dengan menggunakan hanya satu Alif atau 2 harokat.
Namun, jika belum pernah musyafahah, maka tidak diperbolehkan untuk membaca
bacaan tersebut dengan hanya menggunakan satu Alif atau 2 harokat.
Untuk lebih memahami istilah-istilah yang digunakan dalam
artikel ini, berikut adalah penjelasan singkat mengenai beberapa istilah yang
asing:
Mad Jaiz Munfasil: hukum bacaan dalam ilmu tajwid apabila ada
mad thabi'i yang berada di akhir kata, kemudian terdapat hamzah pada kata
setelahnya dan tidak ada pemisah di antara mad dan hamzah tersebut
Harokat: tanda di atas huruf yang menunjukkan bunyi vokal
yang harus dibaca. Contohnya, tanda kasrah (yang berbentuk seperti huruf
"i" kecil) menunjukkan bunyi "i" pendek.
Imam Qiraat adalah orang yang meriwayatkan bacaan Al-Quran
dari kesepuluh Imam Qiraat. Masing-masing Imam Qiraat memiliki 2 perawi.
Riwayah adalah bacaan yang disandarkan pada perawi.
Thariq adalah sesuatu yang disandarkan pada orang yang
mengutip dari perawi.
Musyafahah: proses belajar langsung dari guru dengan cara
mengikuti bacaan yang dilakukan oleh guru.
الوافي ص : ٧٤
وحاصل الكلام في المد المنفصل ان للسوسي وابن كثير
فيه القصر حركتين قولا واحدا وأن لقالون والدوري فيه القصر والتوسط وأن لباقي
القراء غير ورش وحمزة التوسط أربع حركات وأن لورش وحمزة المد ست حركات.
Menurut
kitab Al-Wafi, para ulama berbeda pendapat mengenai lamanya Mad Munfasil.
As-Susi dan Ibn Kathir membaca Mad ini dengan qashr atau dua harakat. Sementara
itu, Qalun dan Ad-Duri membacanya dengan sedang/ tawassuth. Sedangkan para qori
lainnya, kecuali Warsh dan Hamzah, membaca Mad ini dengan empat harakat.
Sedangkan Warsh dan Hamzah membacanya dengan enam harakat.
اتحاف فضلاء البشر في القراءات الأربعة عشر ص : ٢٤
وأما المنفصل .... إلى قوله ..... فاختلف في مده فقرأ
ه ابن كثير وكذا أبو جعفر بالقصر فقط. وافقهما ابن محيصن والحسن فاختلف فيه عن
قالون من طريقيه وورش من طريق الأصبهاني وعن ابن عمرو من روايتيه وعن هشام من طريق
الحلواني وعن حفص من طريق عمرو وكذا يعقوب. وافقهم اليزيدي.
Kitab
Ithaf Fudhala Al-Basyar Fi Al-Qiraat Al-Arba'ah Asyara (halaman 24) menyebutkan
mengenai Mad Munfasil. Para ulama berbeda pendapat mengenai lamanya Mad ini.
Ibn Katsir dan Abu Ja'far membaca Mad ini dengan pendek (qashr). Pendapat ini
juga disetujui oleh Ibn Muhaisin dan Al-Hasan. Namun, Qalun dari dua jalur dan
Warsh dari jalur Asbahani, Ibnu 'Amr dari dua riwayatnya, Hisyam dari jalur Halwani,
Hafsh dari jalur 'Amr, dan Ya'qub berbeda pendapat dengan mereka. Adapun
Al-Yazidi setuju dengan pendapat pertama.
0 Komentar