Sibuk Bisnis di Bulan Ramadan

 

Sibuk dengan berbisnis atau pekerjaan sehari-hari memang merupakan hal yang umum dilakukan oleh banyak orang. Namun, ketika kita memasuki bulan Ramadhan, sebaiknya kita membatasi pekerjaan dan berfokus pada ibadah. Dalam kitab an-Nasaih ad-Diniyah disebutkan

ومن آدابه أن لا يكثر التشاغل بأمور الدنيا في شهر رمضان بل يتفرع عنها لعبادة الله وذكره ما أمكنه ولا يدخل في شيء من أشغال الدنيا إلا إن كان ضروريا في حقه أو في حق من يلزمه القيام به من العيال ونحوهم وذلك لأن شهر رمضان في الشهور بمنزلة يوم الجمعة في الأيام فينبغي للمؤمن أن يجعل يوم جمعته

"Salah satu adab dalam bulan Ramadhan adalah tidak terlalu banyak terlibat dalam urusan dunia, tetapi lebih memprioritaskan ibadah dan dzikir kepada Allah SWT. Jangan masuk dalam urusan dunia kecuali jika hal tersebut benar-benar diperlukan untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain seperti keluarga dan sejenisnya. Hal ini dikarenakan bulan Ramadhan memiliki posisi yang sama seperti hari Jumat dalam seminggu, sehingga seorang mukmin harus menjadikan hari-hari di bulan Ramadhan sebagai hari Jumat-nya."

Seperti yang disebutkan dalam referensi di atas, salah satu adab yang harus diperhatikan dalam bulan Ramadhan adalah tidak terlalu banyak terlibat dalam urusan dunia, tetapi lebih memprioritaskan ibadah dan dzikir kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak waktu yang kita miliki untuk beribadah, bukan hanya untuk menambah penghasilan.

Tentu saja, jika ada urusan yang memang benar-benar mendesak dan harus diselesaikan, seperti kebutuhan primer diri sendiri atau keluarga, maka hal tersebut tetap perlu dilakukan. Namun, kita harus selalu berusaha untuk tidak terlalu sibuk dengan urusan dunia yang tidak begitu penting.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Selain sebagai bulan yang penuh berkah, bulan ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu, sangat penting untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan melakukan kebaikan lainnya.

Dalam hal ini, kita juga harus memahami bahwa bulan Ramadhan bukanlah bulan untuk meraih keuntungan materiil semata, tetapi lebih pada memperbaiki kehidupan spiritual dan moral kita. Kita harus mengutamakan ibadah dan kebaikan yang dapat membawa keberkahan bagi kita dan orang lain di sekitar kita.

Dengan memperbanyak waktu untuk beribadah, kita akan merasakan manfaat yang besar, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, mari kita memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya untuk meraih keberkahan dan mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan kemampuan untuk melakukan ibadah dengan baik di bulan Ramadhan dan selalu. Aamiin.

0 Komentar

Posting Komentar