Doa Tidak Terlalu Panjang

 


Doa Tidak Terlalu Panjang

Doa merupakan salah satu ibadah yang penting dalam Islam. Rasulullah - shalallahu 'alaihi wa sallam - mengajarkan banyak doa yang dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan, seperti shalat, berangkat dan pulang bepergian, makan dan minum, serta berbagai kegiatan lainnya. Salah satu prinsip dalam berdoa yang diajarkan oleh Rasulullah adalah sederhana dalam berdoa.

Prinsip sedang dan sederhana dalam doa mengajarkan untuk memilih doa yang ringkas dan padat. Hal ini disebabkan oleh perintah Allah untuk merendahkan diri dan berdoa dengan khufiyah (dalam-dalam) dalam doa. Biasanya, sulit untuk merendahkan diri dan berdoa dengan khufiyah jika doa terlalu panjang. Oleh karena itu, Rasulullah lebih memilih doa yang singkat dan padat agar mudah diingat dan diucapkan.

Imam Syafii, salah satu tokoh besar dalam mazhab Syafi'i, juga berpendapat bahwa lebih baik jika doa tasyahhud lebih pendek dari biasanya. Hal ini dilakukan agar doa tasyahhud tidak terlalu panjang dan memakan waktu yang banyak.

Selain itu, Rasulullah juga mengajarkan untuk berdoa dengan khufiyah, yaitu berdoa dalam-dalam dengan hati yang penuh khusyu' dan keikhlasan. Hal ini dilakukan agar doa yang diucapkan benar-benar dari hati yang tulus dan ikhlas.

Prinsip sedang dalam doa juga mengajarkan untuk tidak memperpanjang doa secara berlebihan. Jika doa terlalu panjang, maka hilanglah rasa merendahkan diri dan berdoa dengan khufiyah, dan adab dalam berdoa hilang.

Hal ini dijelaskan dalam kitab Qowaidul Ahkam fi Masholihil Anam hal 208

وَمِنْهَا الِاقْتِصَادُ فِي الدُّعَاءِ، لِأَنَّ الْغَالِبَ عَلَى أَدْعِيَةِ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فِي الصَّلَاةِ وَغَيْرِهَا اخْتِيَارُ الْأَدْعِيَةِ، فَنُقِلَ عَنْهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - دَعَوَاتٌ مُخْتَصَرَاتٌ جَامِعَاتٌ، وَعِلَّةُ ذَلِكَ أَنَّ اللَّهَ أَمَرَنَا بِالتَّضَرُّعِ وَالْخُفْيَةِ فِي الدُّعَاءِ، وَلَا يَحْضُرُ ذَلِكَ غَالِبًا إلَّا بِالتَّكَلُّفِ، وَإِذَا أَطَالَ الدُّعَاءَ عَزَبَ التَّضَرُّعُ وَالْإِخْفَاءُ وَذَهَبَ أَدَبُ الدُّعَاءِ، وَقَدْ اسْتَحَبَّ الشَّافِعِيُّ أَنْ يَكُونَ دُعَاءُ التَّشَهُّدِ دُونَ قَدْرِ التَّشَهُّدِ.

Salah satu prinsip dalam berdoa adalah sedang dan sederhana dalam doa, karena kebanyakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah - shalallahu 'alaihi wa sallam - dalam shalat dan di luar shalat adalah memilih doa yang ringkas dan padat. Hal ini disebabkan oleh perintah Allah untuk merendahkan diri dan berdoa dengan khufiyah (dalam-dalam) dalam doa, dan hal ini biasanya sulit dilakukan kecuali dengan kesulitan. Jika doa terlalu panjang, maka hilanglah rasa merendahkan diri dan berdoa dengan khufiyah, dan adab dalam berdoa hilang. Imam Syafii merasa lebih baik jika doa tasyahhud lebih pendek dari biasanya.

 

0 Komentar

Posting Komentar