Kapan Pintu Rahmat dan Ampunan Ditutup
Pertanyaan "Kapan pintu rahmat dan ampunan
ditutup?" adalah salah satu hal yang sangat penting dan tidak boleh
diabaikan. Bahkan, hal ini membutuhkan perhatian ekstra, terutama setelah
banyak terjadinya gempa bumi dan bencana alam yang kita alami dalam beberapa
hari terakhir. Semua ini memperingatkan kita tentang kedekatan hari kiamat.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan pintu rahmat dan ampunan akan
ditutup.
Menurut Dr. Ali Jumaa, mantan Mufti Republik dan anggota
Komite Ulama Besar di Al-Azhar Al-Sharif, pintu rahmat dan ampunan terbuka
hingga hari kiamat. Siapa pun yang ingin meraih rahmat dan ampunan harus
berusaha pada sepertiga malam terakhir, di mana rahmat Allah turun setiap malam
tanpa terkecuali.
Dr. Ali Jumaa juga mengutip hadis dari Nabi Muhammad SAW,
"Setiap malam, Tuhan kita yang Maha Suci turun ke langit dunia ketika
sepertiga malam terakhir masih tersisa dan Dia berkata, 'Siapa yang meminta
kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan permintaannya. Siapa yang meminta ampunan
kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia.'" (Shahih Bukhari)
Oleh karena itu, Muslim dihimbau untuk memperbaiki hubungan
dengan sesama manusia di hari-hari ini dan memperbaiki hubungan dengan sesama
muslim sebelum memasuki bulan Ramadan. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba,
hati mereka sudah bersih dari permusuhan, iri hati, dan dendam, sehingga Allah
akan mengampuni dosa-dosa mereka.
Dr. Ali Jumaa menambahkan bahwa Muslim selalu diperintahkan
untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia secara umum, sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Quran, "Tidak ada kebaikan dalam banyak percakapan
yang rahasia kecuali bagi orang yang menyeru (orang lain) kepada kebaikan atau
melakukan kebajikan atau memperbaiki hubungan antara manusia. Dan barangsiapa
yang melakukan hal itu karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan
memberinya pahala yang besar." (QS. An-Nisa: 114)
Nabi Muhammad SAW juga menyatakan bahwa memperbaiki hubungan
dengan sesama manusia adalah perbuatan yang lebih utama dan lebih bermanfaat
daripada puasa, shalat, dan sedekah. Oleh karena itu, Muslim harus berusaha
untuk memperbaiki hubungan di masyarakat, sehingga masyarakat menjadi baik dan
terwujud persatuan dan tujuan yang aman.
Memperbaiki hubungan dengan sesama manusia sangat penting,
terutama di masa sekarang yang seringkali terjadi perselisihan. Oleh karena
itu, muslim harus bersungguh-sungguh untuk memperbaiki hubungan dengan sesama
manusia agar dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan amal yang
diterima oleh Allah.
sumber; elbalad.news

0 Komentar