Penjelasan Hadis Zakat Emas dan Perak

 


Penjelasan Hadis Zakat Emas dan Perak

Hadis Nabi

وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ -وَحَالَ عَلَيْهَا اَلْحَوْلُ- فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ, وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا, وَحَالَ عَلَيْهَا اَلْحَوْلُ, فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ, فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ, وَلَيْسَ فِي مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُولَ عَلَيْهِ اَلْحَوْلُ )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَهُوَ حَسَنٌ, وَقَدِ اِخْتُلِفَ فِي رَفْعِه

Dari Ali, ia berkata: Rasulullah bersabda: "Jika kamu memiliki dua ratus dirham dan satu tahun telah berlalu, maka zakatnya adalah lima dirham. Kamu tidak berkewajiban (membayar zakat) walaupun sedikit pun sebelum kamu memiliki dua puluh dinar dan satu tahun telah berlalu. Zakat dua puluh dinar adalah setengah dinar. Jika lebih dari itu, maka dihitung berdasarkan ketentuan tersebut. Harta sebelum satu tahun berlalu tidak dikenakan kewajiban membayar zakat." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan statusnya hasan, tetapi apakah ini marfu' atau tidak masih dipertentangkan)

Menurut riwayat al-Tirmidzi dari Ibnu Umar (r.a) disebutkan sebagai berikut: "Barang siapa yang memperoleh harta, maka ia tidak berkewajiban membayar zakat sebelum satu tahun berlalu." Menurut pendapat yang kuat, hadis ini berkedudukan mawquf.

Makna Hadis

Kewajiban zakat atas harta harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:

1.      Jumlah harta mencapai batas nisab. Oleh karena itu, pemilik harta yang memiliki jumlah kurang dari batas nisab tidak wajib membayar zakat.

2.      Kepemilikan harta tersebut telah berlangsung selama satu tahun setelah mencapai nisab. Oleh karena itu, tidak ada kewajiban membayar zakat sebelum satu tahun berlalu.

3.      Harta tersebut harus dimiliki sepenuhnya oleh pemilik harta yang wajib zakat. Jika harta tersebut dimiliki oleh orang lain atau jika si pemilik harta masih memiliki hutang pada orang lain, maka dia tidak wajib membayar zakat atas harta tersebut.

4.      Nisab emas adalah dua puluh dinar dan nisab perak adalah dua ratus dirham, seperti yang telah ditetapkan oleh Sunnah Nabi. Harta yang jumlahnya kurang dari nisab tidak wajib membayar zakat, sedangkan harta yang lebih dari nisab yang telah ditetapkan harus dihitung tanpa adanya pengurangan.

 

Fiqh Hadis

1.      Nisab perak adalah dua ratus dirham dan zakatnya adalah seperempat dari sepersepuluh atau dua setengah peratus; yakni setiap dua ratus dirham zakatnya adalah lima dirham.

2.      Nisab emas adalah dua puluh dinar, zakatnya adalah seperempat dari sepersepuluh atau dua setengah peratus, yakni setengah dinar.

3.      Pengeluaran zakat disyaratkan setelah berlalu masa satu tahun.

4.      Emas dan perak tidak dipotong.

5.      Harta yang jumlahnya masih di bawah nisab tidak dikenakan wajib zakat.

6.      Barang yang tidak dimiliki secara sempurna tidak dikenakan wajib zakat.

0 Komentar

Posting Komentar