Ketika kita berdoa, kita harus memperhatikan posisi kita.
Sebab, posisi yang kita ambil saat berdoa dapat mempengaruhi kualitas doa kita.
Salah satu posisi yang disarankan saat berdoa adalah duduk atau mengandalkan
pada lutut dengan posisi yang rendah dan bersikap tawadhu.
Posisi duduk ini lebih sopan dan lebih dekat dengan sikap
rendah hati. Hal ini mencerminkan posisi hamba yang merendahkan diri di hadapan
Allah Yang Maha Mulia. Kita harus senantiasa mengingat bahwa kita hanyalah
hamba yang lemah dan tidak berdaya tanpa pertolongan Allah.
Dalam hal ini, sebaiknya dihindari posisi duduk bersila
karena hal itu dapat menunjukkan sikap sombong dan angkuh. Sebagaimana
disebutkan dalam hadis, "Duduklah seperti duduknya seorang hamba".
Oleh karena itu, kita harus memperhatikan posisi kita saat berdoa untuk
menunjukkan sikap rendah hati dan tawadhu di hadapan Allah. Hal ini sebagaimana
dijelaskan dalam kitab Faidul Qodir halaman 157,
(اجثوا) بضم الهمزة والمثلثة اجلسوا أو ابركوا معتمدين (على الركب)
بين يدي الله تعالى عند إرادة الدعاء لأنه أبلغ في الأدب وأقرب إلى التواضع وهي
جلسة العبد الذليل بين يدي الملك الجليل فهو نهي عن التربع حال الدعاء لما فيه من
التمكن في الجلوس الذي هو شأن المتكبرين ولهذا قال في الخبر المار " أجلس كما
يجلس العبد "
Ketika berdoa, disarankan untuk duduk atau mengandalkan pada
lutut, dengan posisi yang rendah dan bersikap tawadhu. Hal ini dikarenakan
posisi duduk ini lebih sopan dan lebih dekat dengan sikap rendah hati, dan
mencerminkan posisi hamba yang merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha
Mulia. Dalam hal ini, sebaiknya dihindari posisi duduk bersila, karena hal itu
dapat menunjukkan sikap sombong dan angkuh. Sebagaimana disebutkan dalam hadis,
"Duduklah seperti duduknya seorang hamba"
Selain itu, saat berdoa kita juga harus memperhatikan hati
dan pikiran kita. Kita harus mengosongkan hati dan pikiran kita dari segala
macam pikiran yang mengganggu. Kita harus fokus pada doa kita dan mengarahkan
hati dan pikiran kita hanya kepada Allah.

0 Komentar