Keutamaan Menjamu Tamu
Menjamu tamu merupakan salah satu nilai yang sangat dihargai
dalam agama Islam. Dalam hadis-hadis yang diriwayatkan, Rasulullah dan para
sahabatnya sering mengingatkan umatnya untuk menjamu tamu dengan
sebaik-baiknya. Bahkan, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas, Rasulullah menyebutkan bahwa ketika seorang tamu masuk ke
suatu tempat, ia masuk bersama dengan rezekinya. Dan ketika tamu tersebut
keluar dari tempat tersebut, ia keluar dengan pengampunan dosa-dosa penduduk
tempat tersebut.
Perintah untuk menjamu tamu dengan baik juga terdapat dalam
hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Syeikh dari Abu Qirshafah. Dalam hadis
tersebut disebutkan bahwa ketika Allah ingin memberikan kebaikan pada suatu
kaum, maka Dia akan memberikan hadiah dalam bentuk seorang tamu yang datang
membawa rezeki dan kemudian pergi meninggalkan mereka dengan keberkahan dan
pengampunan dosa.
Tidak hanya itu, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi
Dunya dari Hibban bin Abu Jabalah juga disebutkan bahwa sedekah yang paling
cepat naik ke langit adalah ketika seseorang menyediakan makanan yang enak dan
kemudian mengundang beberapa orang dari keluarganya untuk hadir.
Selain itu, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Hakim
at-Tirmidzi dari Aisyah, disebutkan bahwa malaikat tidak henti-hentinya
berselawat kepada seseorang selama hidangannya masih tersedia.
Semua hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjamu
tamu dalam Islam. Bahkan, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,
disebutkan bahwa jika seseorang memberi makan kepada saudaranya muslim dengan
makanan yang diinginkan, maka Allah akan mengharamkan neraka baginya. Begitu
pula dalam hadis yang diriwayatkan oleh Jabir, disebutkan bahwa siapa yang
menyembelih seekor hewan untuk tamunya, maka ia akan menjadi tebusan dirinya
dari neraka.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Hakim dari Abu Hurairah,
disebutkan bahwa Allah sangat menyukai orang yang melakukan jamuan makan. Ada
kisah menarik yang terkait dengan hal ini, yaitu ketika seorang lelaki datang
kepada Rasulullah dan mengeluh bahwa ia merasa lelah. Rasulullah kemudian
mengutus beberapa istrinya untuk menghidangkan makanan untuk tamu tersebut.
Namun, semua istrinya mengatakan bahwa mereka tidak memiliki makanan yang cukup
untuk dihidangkan. Akhirnya, seorang dari Anshar mengajukan diri untuk
mengundang tamu tersebut ke rumahnya. Ketika mereka berdua tiba di rumah
tersebut, istrinya mengatakan bahwa ia hanya memiliki makanan untuk
anak-anaknya. Namun, ketika tamu tersebut datang, ia memadamkan lampu dan
menunjukkan bahwa mereka sedang makan bersama. Akhirnya, mereka bertiga berbagi
makanan yang ada, meskipun mereka sendiri merasa lapar.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Yafi'e dari syeikh Abu
Rabi' al Maliqi, disebutkan kisah seorang perempuan solehah yang dikenal dengan
sebutan "Perak". Perempuan tersebut memiliki seekor kambing yang
mengeluarkan susu dan madu. Ketika sekelompok orang datang untuk mengunjungi
perempuan tersebut, mereka meminta untuk meminum susu dan madu yang dihasilkan
oleh kambing tersebut. Perempuan tersebut kemudian menceritakan kisah tentang
kambing tersebut, bahwa ia dan suaminya adalah orang yang fakir dan tidak
memiliki harta. Namun, ketika ada tamu yang datang, mereka mengorbankan kambing
tersebut untuk dijadikan santapan tamu. Allah kemudian memberikan keberkahan
pada kambing tersebut, sehingga kambing tersebut mengeluarkan susu dan madu
yang melimpah.
Dari semua hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa menjamu
tamu dengan baik merupakan nilai yang sangat dihargai dalam Islam. Allah sangat
menyukai orang yang melakukan jamuan makan, dan bahkan memberikan pengampunan
dosa-dosa penduduk tempat yang dikunjungi oleh tamu tersebut. Oleh karena itu,
sebagai umat Islam, kita harus berusaha untuk selalu menjamu tamu dengan sebaik-baiknya.
Kita harus menghidangkan makanan yang enak dan memperlakukan tamu kita dengan
ramah dan sopan. Dalam hal ini, kita juga harus berusaha untuk memberikan yang
terbaik, meskipun mungkin kita sendiri merasa kesulitan. Dengan melakukan hal
ini, kita akan mendapatkan keberkahan dari Allah dan pengampunan dosa-dosa
kita.

0 Komentar