Banyak orang yang bekerja keras dan berusaha untuk memastikan masa depan anak-anak mereka, mereka berpikir bahwa meninggalkan uang di tangan anak-anak mereka setelah mereka meninggal adalah jaminan keamanan bagi mereka. Namun mereka lalai akan keamanan yang lebih besar yang disebutkan oleh Allah SWT dalam kitab-Nya, "Dan hendaklah orang-orang yang khawatir akan nasib anak-anak mereka jika mereka meninggal, bertaqwa kepada Allah dan mengucapkan kata-kata yang benar." (QS. An-Nisa: 9).
Mari kita lihat contoh yang terjadi
pada masa kekhalifahan Bani Umayyah yang mencerminkan ayat agung ini.
Pada suatu hari saat upacara
pengangkatan Khalifah, seorang pejuang bernama Muqotil bin Sulaiman memasuki
ruangan dan bertemu dengan Khalifah Al-Mansur. Khalifah Al-Mansur meminta Muqotil
untuk memberikannya nasehat. Muqotil bertanya, "Apakah saya harus
memberikan nasehat berdasarkan pengalaman saya atau berdasarkan apa yang saya
dengar?" Al-Mansur menjawab, "Berdasarkan pengalamanmu."
Muqotil kemudian berkata, "Wahai
Amirul Mukminin, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, yang dikenal
sebagai penguasa yang adil dan masa kebahagiaan, beliau memiliki sebelas anak
dan meninggalkan delapan belas dinar untuk kafan dengan harga lima dinar dan
membeli kubur dengan harga empat dinar, dan sisanya dibagikan kepada
anak-anaknya."
Pada saat-saat terakhir hidupnya,
Umar bin Abdul Aziz ditanya oleh orang-orang apa yang ia tinggalkan untuk
anak-anaknya. Ia menjawab, "Aku meninggalkan bagi mereka takwa kepada
Allah. Jika mereka termasuk orang-orang yang saleh, maka Allah akan memelihara
mereka. Namun jika sebaliknya, aku tidak akan meninggalkan sesuatu yang
membantu mereka dalam maksiat kepada Allah."
Sedangkan pada masa pemerintahan
Hisham bin Abdul Malik, terjadi banyak pergolakan dan pemberontakan akibat
kebijakan yang tidak adil, termasuk pemberlakuan pajak tambahan dan biaya pada
industri dan kerajinan tangan, bahkan pajak pernikahan. Hal ini disertai dengan
ketidakadilan politik, pembunuhan, dan teror. Hisham bin Abdul Malik memiliki
sebelas anak, dan setiap anak menerima satu juta dinar sebagai bagian dari
warisannya.
Wahai Amirul Mukminin, aku pernah
melihat dalam satu hari, salah satu putra Umar bin Abdul Aziz bersedekah dengan
memberikan seratus kuda untuk perang di jalan Allah. Namun, aku juga pernah
melihat salah satu putra Hisham meminta sedekah di pasar.
Sumber : qssas.com

0 Komentar