Aqiqah untuk Janin Keguguran


Aqiqah untuk Janin Keguguran

Aqiqah adalah salah satu tradisi dalam Islam yang dilakukan untuk menyambut kelahiran anak. Namun, apakah disarankan untuk melakukan aqiqah atas janin yang keguguran?

Pertanyaan ini sering kali muncul di kalangan umat Islam, terutama di antara orang-orang yang mengalami keguguran atau kelahiran prematur. 

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu merujuk pada sumber-sumber Islam yang terpercaya. Menurut Ibn Hajar al-Haytami, seorang ulama terkemuka dari abad ke-10 H, aqiqah hanya disarankan untuk janin yang telah ditiupkan ruh ke dalamnya.

Dalam keterangan yang lebih rinci, Ibn Hajar menjelaskan bahwa aqiqah hanya dianjurkan untuk anak yang lahir hidup dan telah ditiupkan ruh ke dalamnya. Adapun janin yang belum ditiupkan ruh ke dalamnya, ia hanya dianggap sebagai benda mati dan tidak akan dibangkitkan di akhirat.

ص257 - كتاب الفتاوى الفقهية الكبرى - باب العقيقة - المكتبة الشاملة

وَسُئِلَ - رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ - هَلْ تُسْتَحَبُّ الْعَقِيقَةُ عَنْ السِّقْطِ مُطْلَقًا أَوْ يُفَرَّقُ بَيْنَ مَنْ ظَهَرْت فِيهِ أَمَارَةُ التَّخَلُّقِ مِنْ تَخْطِيطٍ وَغَيْرِهِ؟

فَأَجَابَ نَفَعَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِعُلُومِهِ الْمُسْلِمِينَ بِأَنَّ الْعَقِيقَةَ إنَّمَا تُسَنُّ عَنْ سُقْطٍ نُفِخَتْ فِيهِ الرُّوحُ كَمَا جَرَيْتُ عَلَيْهِ فِي شَرْحَيْ الْإِرْشَادِ وَالْعُبَابِ تَبَعًا لِلزَّرْكَشِيِّ وَأَمَّا مَا لَمْ تُنْفَخْ فِيهِ الرُّوحُ فَهُوَ جَمَادٌ لَا يُبْعَثُ وَلَا يُنْتَفَعُ بِهِ فِي الْآخِرَةِ فَلَا تُسَنُّ لَهُ عَقِيقَةٌ بِخِلَافِ مَا نُفِخَتْ فِيهِ فَإِنَّهُ حَيٌّ يُبْعَثُ فِي الْآخِرَةِ وَيُنْتَفَعُ بِشَفَاعَتِهِ وَقَدْ قَالَ جَمَاعَةٌ مِنْ السَّلَفِ مَنْ لَمْ يَعُقَّ عَنْ وَلَدِهِ لَا يَشْفَعُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَفْهَمَ مَا ذَكَرْته مِنْ أَنَّ الْعَقِيقَةَ تَابِعَةٌ لِلْوَلَدِ الَّذِي يَشْفَعُ وَهُوَ مَنْ نُفِخَتْ فِيهِ الرُّوحُ فَكَذَلِكَ يُقَيَّدُ نَدْبُهَا بِمَنْ نُفِخَتْ فِيهِ الرُّوحُ، وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ.

Ibn Hajar al-Haytami ditanya - semoga Allah merahmatinya - apakah disunnahkan untuk melakukan aqiqah atas setiap janin yang keguguran tanpa membedakan antara yang tampak tanda-tanda pembentukan dan yang tidak?
Ibn Hajar al-Haytami - semoga Allah memberkati dan meninggikan ilmunya di kalangan kaum Muslimin - menjawab bahwa aqiqah hanya disunnahkan untuk janin yang telah ditiupkan ruh ke dalamnya, sebagaimana telah dijelaskan di dalam Syarh al-Irsyad dan al-'Ubab oleh al-Zarkasyi. Adapun janin yang belum ditiupkan ruh ke dalamnya, maka itu hanya benda mati yang tidak akan dibangkitkan dan tidak akan memberikan manfaat di akhirat, sehingga tidak disunnahkan untuk melakukan aqiqah atasnya. Berbeda dengan janin yang sudah ditiupkan ruh, ia nanti akan hidup di akhirat dan dapat memberikan syafaat. Sebagian ulama salaf juga telah mengatakan bahwa siapa yang tidak melakukan aqiqah atas anaknya, maka anak tersebut tidak akan memberikan syafaat bagi orang itu di hari kiamat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aqiqah hanya disunnahkan untuk anak yang telah ditiupkan ruh ke dalamnya, dan hal itu hanya dibatasi untuk anak yang dapat memberikan syafaat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah yang paling mengetahui.

 

0 Komentar

Posting Komentar