Nabi Muhammad adalah contoh teladan
bagi umat Islam dalam segala hal, termasuk dalam hal berinteraksi dengan para
sahabatnya. Beliau bersikap lembut, sabar, bijaksana, dan penuh kasih sayang
kepada mereka. Beliau tidak pernah memukul atau memarahi mereka tanpa alasan
yang benar, bahkan beliau selalu memaafkan kesalahan-kesalahan mereka dan
mendoakan mereka.
Salah satu bukti kelembutan dan
kerahmatan Nabi kepada para sahabatnya
adalah firman Allah dalam surat
At-Taubah ayat 128: "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul
dari kaummu sendiri, yang sangat berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat
menginginkan (kebaikan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap
orang-orang yang beriman."¹
A8u nas bin Malik RA, yang pernah
menjadi pelayan Nabi selama sepuluh
tahun, mengatakan: "Aku melayani Rasulullah , maka tidak pernah beliau
berkata kepada sesuatu yang telah aku lakukan: 'Mengapa engkau lakukan itu?',
dan tidak pernah berkata kepada sesuatu yang belum aku lakukan: 'Mengapa engkau
tidak lakukan itu?'."²
Nabi juga mengikuti perintah Allah dalam surat Ali Imran ayat 159: "Maka
disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan
diri dari sekelilingmu. Maka maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka,
dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu
telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."³ Imam Thabari
berkata dalam “Jami’ al-Bayan 'an Ta’wil Ayi al-Qur’an” (6/ 186, cet. Dar
Hijr): Makna perkataan ini: karena rahmat Allah, wahai Muhammad, dan kasih
sayang-Nya kepadamu, dan kepada orang-orang yang beriman kepadamu dari para
sahabatmu, kamu berlaku lembut kepada mereka; agar kamu dan para sahabatmu
diikuti, maka mudahlah bagi mereka sifat-sifatmu, dan baiklah bagi mereka
akhlakmu, hingga kamu menanggung bencana dari orang-orang yang menimpakan bencana
kepadamu.
Nabi selalu bermusyawarat dengan para sahabatnya
dalam mengambil keputusan penting, seperti dalam Perjanjian Hudaibiyah, Perang
Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Beliau juga selalu menghormati pendapat
dan keputusan mereka, meskipun kadang-kadang berbeda dengan pendapat dan
keputusan beliau sendiri.
Nabi juga memiliki akhlak mulia yang beliau
sampaikan sendiri dalam sebuah hadits: "Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia."⁴ Beliau bersikap jujur, amanah,
adil, tawadhu', zuhud, syukur, sabar, dan lain-lain. Beliau juga mengajarkan
para sahabatnya untuk memiliki akhlak yang sama.
Demikianlah gambaran singkat tentang
bagaimana Nabi Muhammad berinteraksi
dengan para sahabatnya. Semoga kita dapat meneladani beliau dan mengikuti
sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.
¹: [Al-Quran Surat At-Taubah Ayat
128]
²: [Hadits Riwayat Bukhari Nomor
6038]
³: [Al-Quran Surat Ali Imran Ayat
159]
⁴: [Hadits Riwayat Al-Baihaqi dalam
Al-Sunan Al-Kubra Nomor 21309]

0 Komentar