Bersholawat Kepada Nabi Ketika Lupa


Pertanyaan:

Seseorang bertanya: Saya biasa berdoa kepada Nabi Muhammad  ketika saya lupa sesuatu, dengan harapan Allah akan membuka pikiran saya untuk mengingatnya. Namun, seseorang mengatakan bahwa ini adalah bidah yang saya buat. Apa hukum berdoa kepada Nabi Muhammad  ketika kita lupa sesuatu?

 

Jawaban:

Berdoa kepada junjungan kita Rasulullah  adalah perbuatan yang dianjurkan dan diharapkan ketika kita lupa sesuatu, serta dalam setiap waktu dan situasi. Hal ini telah dinyatakan oleh para ulama. Nabi Muhammad  bersabda,

«مَنْ أَرَادَ أَنْ يُحَدِّثَ بِحَدِيثٍ فَنَسِيَهُ، فَلْيُصَلِّ عَلَيَّ؛ فَإِنَّ صَلَاتَهُ عَلَيَّ خَلَفًا مِنْ حَدِيثِهِ، وَعَسَى أَنْ يَذْكُرَهُ».

"Barangsiapa yang ingin mengingat sesuatu yang ia lupa, maka hendaklah ia bersholawat kepadaku. Karena sholawatnya kepadaku akan mengikuti ucapan yang ia lupakan, dan mungkin ia akan mengingatnya kembali."

Para ulama sepakat bahwa berdoa kepada Nabi Muhammad  sangat dianjurkan dalam beberapa situasi, termasuk saat seseorang lupa sesuatu.

Ibn 'Abidin dalam kitab "Radd al-Muhtar" (1/518, Dar al-Fikr edisi) menyatakan dalam konteks tentang pendapat ulama mengenai disunnahkannya berdoa kepada Nabi Muhammad  dalam situasi-situasi tertentu: "(Ulama) menyatakan bahwa berdoa kepada Nabi Muhammad  dianjurkan dalam situasi-situasi... dan tambahannya pada hari Sabtu, Ahad, dan Kamis... serta ketika seseorang lupa sesuatu."

Imam Ibn Hajar dalam kitab "Fath al-Bari" (11/169, Dar al-Ma'arifah edisi) menyebutkan dalam menghitung situasi-situasi di mana disunnahkan untuk berdoa kepada Nabi Muhammad : "Salah satu situasi yang pasti dan disebutkan dalam riwayat-riwayat yang lebih khusus adalah setelah adzan dan sebelum memulai doa pertama... dan ketika seseorang lupa sesuatu."

al-Qastallani dalam kitab "al-Mawahib al-Ladunniyah" (2/668-672, Maktabah al-Tawfiqiyyah edisi) menyebutkan: "Situasi-situasi di mana berdoa kepada Nabi Muhammad  dianjurkan... termasuk dalam situasi ketika seseorang lupa sesuatu."

 

Ibn al-Qayyim dalam kitab "Jalal al-Afham" (1/429, Dar al-'Urubah edisi) menyebutkan: "Pembahasan: Situasi ke-32 dan ke-33 dari situasi-situasi di mana berdoa kepada Nabi Muhammad  dianjurkan: Ketika seseorang lupa sesuatu atau ingin mengingatnya kembali."

Al-Husayn al-La'i al-Maghribi dalam kitab "al-Badr al-Tamam Sharh Bulugh al-Maram" (10/394-409, Dar Hajar edisi) menyatakan: "Berdoa kepada Nabi Muhammad  dianjurkan dalam hal-hal khusus yang berjumlah empat puluh enam... dan salah satunya adalah ketika mengingat sesuatu yang terlupa atau takut terlupa."

Bukti lainnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Utsman bin Abi Harb al-Bahili, dia berkata: Rasulullah  bersabda,

«مَنْ أَرَادَ أَنْ يُحَدِّثَ بِحَدِيثٍ فَنَسِيَهُ، فَلْيُصَلِّ عَلَيَّ؛ فَإِنَّ صَلَاتَهُ عَلَيَّ خَلَفًا مِنْ حَدِيثِهِ، وَعَسَى أَنْ يَذْكُرَهُ»

"Barangsiapa yang ingin mengingat sesuatu yang terlupa, hendaklah dia berdoa kepada saya. Karena doanya kepada saya akan mengiringi ingatannya, dan mungkin dia akan mengingatnya kembali." (Diriwayatkan oleh Ibn al-Sunni dalam "Amal al-Yawm wal-Lailah")

Selain itu, juga dapat dikemukakan hadis umum dari Abu bin Ka'b, dia berkata: "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, aku banyak berdoa untukmu, berapa banyak doa yang aku persembahkan untukmu?' Beliau menjawab, 'Sebanyak yang kamu mau.' Aku berkata, 'Seperempat?' Beliau menjawab, 'Sebanyak yang kamu mau, jika kamu menambahinya, itu lebih baik bagimu.' Aku berkata, 'Setengah?' Beliau menjawab, 'Sebanyak yang kamu mau, jika kamu menambahinya, itu lebih baik bagimu.' Aku berkata, 'Dua pertiga?' Beliau menjawab, 'Sebanyak yang kamu mau, jika kamu menambahinya, itu lebih baik bagimu.' Aku berkata, 'Apakah aku harus menjadikan seluruh doaku untukmu?' Beliau menjawab, 'Jika demikian, maka kecemasanmu akan lenyap dan dosamu akan diampuni.' (Diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi dalam "Jami'nya")

Hadis tersebut menunjukkan bahwa berdoa kepada Nabi Muhammad  adalah penyebab dalam mencukupi kecemasan, dan itu mencakup semua penyebabnya, seperti dalam kasus lupa. Al-Mulla 'Ali al-Qari dalam kitab "Mirqat al-Mafatih" (2/746, Dar al-Fikr edisi) menyatakan: "Kecemasan adalah apa yang seseorang maksudkan dari urusan dunia dan akhirat. Jadi, jika kamu menghabiskan semua waktu doamu dalam berdoa kepada saya, kamu telah mencukupi apa pun yang menjadi kekhawatiranmu dalam urusan duniamu dan akhiratmu. Artinya, kamu telah memberikan perhatian sepenuhnya pada tujuan-tujuanmu dalam dunia dan akhiratmu. Oleh karena itu, seseorang yang sibuk dengan berdoa kepada Nabi Muhammad  sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dan tugas-tugasnya."

Kesimpulannya, berdasarkan hal tersebut: Berdoa kepada Nabi Muhammad  sangat dianjurkan dan diinginkan ketika seseorang lupa sesuatu, dan juga dalam semua waktu dan dalam semua situasi.

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih mengetahui.

 

Sumber: Dar Al-Ifta Mesir

 

0 Komentar

Posting Komentar