Sunnah Taqririyyah, Definisi dan Contohnya



Sunnah Taqririyah adalah istilah yang digunakan oleh para ulama dengan beberapa definisi yang memiliki makna yang serupa. Berikut adalah beberapa definisi tersebut:

"Sunnah Taqririyah adalah ketika salah satu sahabat - semoga Allah meridai mereka - melakukan tindakan atau mengucapkan sesuatu di hadapan Nabi - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada-Nya -, maka Nabi - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada-Nya - diam dan tidak mengingkari atau menegurnya. Bahkan, beliau diam atau menyertai tindakan tersebut dengan memberikan pujian atau sanjungan terhadapnya, atau beliau tersenyum sebagai ungkapan kegembiraan." [1]

"Sunnah Taqririyah adalah ketika ucapan atau tindakan dari seorang sahabat atau lebih diketahui oleh Nabi - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada-Nya - dan beliau diam tanpa menyangkalnya, atau menyetujuinya dan menunjukkan persetujuannya."[2]

"Sunnah Taqririyah adalah apa yang diketahui dari diamnya Nabi - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada-Nya - terhadap perkataan yang diucapkan atau tindakan yang dilakukan di depan Nabi, atau yang diketahui olehnya dan beliau tidak menyangkalnya."[3]

Berikut ini adalah terjemahan dalam bahasa Indonesia dari contoh-contoh Sunnah Taqririyah yang disebutkan:

Rasulullah - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya- bersabda kepada Amr bin Al-'Ash yang telah melakukan tayammum karena kedinginan yang sangat: "Wahai Amr, kamu melaksanakan shalat bersama sahabat-sahabatmu padahal kamu dalam keadaan junub?" Amr menjawab, "Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman: 'Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada kamu.'" Rasulullah - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada-Nya - tertawa dan tidak mengingkari Amr. Dengan diamnya tersebut, Rasulullah - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya - mengesahkan tayammum ketika seseorang takut akan mendapat kerugian dari air, baik karena penyakit kulit atau karena dingin yang dapat membahayakan seseorang jika mandi dengan air tersebut, terutama karena alat pemanas yang tersedia pada waktu itu sangat terbatas dibandingkan dengan saat ini.

Hadis yang terdapat dalam Sahih Muslim: "Kami melakukan perjalanan bersama Rasulullah - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya - maka orang yang berpuasa berpuasa dan orang yang berbuka berbuka, dan tidak ada satu kelompok pun yang mencela kelompok lainnya."

Adapun contoh-contoh Sunnah Taqririyah yang banyak berasal dari kehidupan para sahabat dengan Rasulullah - semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya - terdapat dalam kitab-kitab hadis, sirah, dan sumber-sumber lainnya. Namun, kita harus menyadari bahwa Sunnah Taqririyah adalah bagian dari Sunnah Nabawi yang otentik yang digunakan sebagai dasar dalam membangun hukum-hukum syariah. Sunnah Taqririyah ini tidak bisa diabaikan dalam keadaan apa pun.



[1] محمد الجيزاني، سنة الترك ودلالتها على الأحكام الشرعية، صفحة 47

[2] مجموعة مؤلفين، مجلة البحوث الإسلامية أنواع السنة، صفحة 236.

[3] عياض السلمي، أصول الفقه الذي لا يسع الفقيه جهله، صفحة 104

0 Komentar

Posting Komentar