Syekh Yusri hafizahullah Ta'ala menjelaskan dalam pengajian kitab Bahjat an-nufusnya, bahwa baginda Nabi adalah orang yang paling alim dalam masalah mengobati penyakit badan, sebagaimana mengobati penyakit hati para umatnya. Hal ini terwujud ketika baginda Nabi memberikan keringanan bagi sahabat Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Awwam, untuk memakai pakaian yang terbuat dari kain sutera, oleh sebab alergi gatal-gatal pada kulit yang telah dideritanya.
Meski hukum memakainya bagi seorang laki-laki adalah haram, sebagaimana baginda bersabda:
" Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ عَزَّ ÙˆَجَÙ„َّ Ø£َØَÙ„َّ لإِÙ†َاثِ Ø£ُÙ…َّتِÙ‰ الْØَرِيرَ ÙˆَالذَّÙ‡َبَ ÙˆَØَرَّÙ…َÙ‡ُ عَÙ„َÙ‰ ذُÙƒُورِÙ‡َا"
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menghalalkan kain sutera dan emas bagi para perempuan umatku, dan mengharamkannya bagi laki-laki dari mereka (HR. Nasai).
Baginda tidak memberikan rukhsah (keringanan) ini melainkan oleh sebab baginda tahu bahwa kain sutera mampu mengobati dan meringankan rasa sakit dan gatal yang telah diderita oleh sahabatnya.
Imam Abu Jamrah telah menyebutkan, bahwa diantara hal yang menguatkan hal ini, ialah hadits yang telah diriwayatkan, bahwa ada seorang sahabat yang bertemu dengan salah satu orang kafir dari ahli kitab yang merupakan ahli dalam hal pengobatan, kemudian ia berkata kepada sahabat tersebut, bahwa: "sesungguhnya Isa adalah seorang Nabi dan juga ahli hikmah (ahli ilmu kedokteran), dan Nabi kalian tidaklah mengetahui tentang kedokteran".
Lalu sahabat pun menjawab, bahwa: "ada empat hal yang merupakan rahasia tentang kedokteran telah dikatakan oleh Nabi kami, baginda telah berkata:
المعدة بيت الداء والØÙ…ية رأس الدواء وأصل كل داء البردة ودواء كل بدن Ø¨ØØ³Ø¨ ما اعتاد
Lambung adalah tempat segala penyakit, menjaga adalah inti dari segala pengobatan, asal dari pada semua penyakit adalah obesitas (kegemukan), dan obat dari setiap badan adalah apa saja yang menjadi kebiasaannya".
Dalam riwayat dikatakan:
وعودوا كل جسم ما اعتاد
dan biasakanlah setiap jisim dengan yang menjadi kebiasaannya.
Lalu ahli kitab tersebut pun mengakui dan berkata: "Nabi kalian tidak meninggal sedikitpun dari pada masalah kedokteran ini.”
Syekh Yusri menambahkan, bahwa hal ini telah dikatakan oleh Hermes Al mahrasah yang ada pada masa Nabi Idris, atau sebelum Nabi Nuh, dan baginda Nabi mengakuinya. Inti dari pada kesehatan adalah janganlah memakan sesuatu yang bisa memberikan kemudharatan, berhati-hati dalam hal makanan, tidak makan kecuali ketika lapar, hindarilah obesitas, dan apabila seorang alergi ketika memakan sesuatu, maka tinggalkan makanan tersebut dan tidak perlu pergi ke dokter untuk meminta obat anti alergi, pungkas syekh Yusri. wallahu a'lam.
Sumber: https://www.facebook.com/ahbab.yosry/posts/1301653957022623

0 Komentar