Salah Kaprah: Berbuka dengan yang Manis

Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, berbuka puasa merupakan momen yang dinantikan oleh banyak umat Muslim. Namun, seringkali terdapat anggapan bahwa makanan berbuka yang paling baik adalah yang manis seperti kolak, roti, atau kue-kue lainnya. Namun, anggapan ini sebenarnya tidak benar.

Menurut ajaran Islam, makanan yang paling baik untuk berbuka puasa adalah kurma. Jika tidak ada kurma, maka yang paling baik adalah minum air putih. Setelah itu, baru makanan manis yang bukan hasil masakan seperti buah-buahan. Hal ini dijelaskan dalam Bughyatul Mustarsyidin halaman 185, bahwa sunah berbuka dengan air bagi orang yang tidak berbuka dengan kurma. Air yang paling utama adalah air Zamzam, kemudian sesuatu yang manis yang tidak dimasak dengan api seperti anggur, madu, susu yang lebih baik dari madu, dan daging yang lebih baik dari keduanya. Kemudian makanan manis yang dimasak dengan api. Ini disebutkan dalam Bughyatul Mustarsyidin halaman 234.

فائدة : يسنّ لمن لم يفطر على تمر أن يفطر على الماء ، وكونه ماء زمزم أولى ، وبعده الحلو وهو ما لم تمسه النار كالزبيب والعسل واللبن وهو أفضل من العسل ، واللحم أفضل منهما ، ثم الحلوى المعمولة بالنار

Faedah: dianjurkan bagi orang yang tidak berbuka dengan kurma untuk berbuka dengan air, dan lebih baik jika air tersebut adalah air Zamzam. Setelah itu, makanan manis yang tidak dimasak dengan api seperti kismis, madu, dan susu (yang lebih baik dari madu), dan daging (yang lebih baik dari keduanya). Kemudian makanan manis yang dimasak dengan api.

Oleh karena itu, beberapa orang mengatakan bahwa berbuka dengan air Zamzam, buah kering, dan susu lebih baik daripada makanan manis yang dimasak dengan api.

0 Komentar

Posting Komentar